2009-12-20

Pertemuan Pertama

Ini tentang perjalanan saya bertemu dengan salah seorang sahabat maya pada minggu kemarin.

12.12.2009 pukul 15.35 wib

Saya berjalan tergesa menuju ke arah pintu keluar balai kedatangan para penumpang pesawat domestik. Jam dipergelangan tangan saya lirik sekilas, ufh.. terlambat 5 menit rupanya. Menurut jadwal penerbangan seharusnya dia sudah keluar pada pukul 15.30 wib. Saya bergabung di kerumunan orang-orang yang juga ingin menyambut keluarga atau mungkin sahabat mereka.

Tak terasa peluh menitik di dahi saya. Apakah saya gugup? kenapa jantung saya berdetak 1/2 kali lebih cepat dari biasa?
"Tenang Win.... tenang... semua pasti baik-baik saja". Do'a saya dalam hati.
Sempat terbetik di benak saya, apakah ketika bertemu nanti kami bisa seakrab ketika kami selalu bertemu di dunia online?

Tiba-tiba handphone saya bergetar, melalui pembicaraan singkat saya ketahui rupanya dia sudah berada di luar gedung balai kedatangan. Saya tidak langsung menampakkan diri tapi justru sebaliknya. Saya bersembunyi di balik salah satu tiang yang menyangga kokoh airport Polonia Medan. Heheheh

Lalu dengan langkah pasti saya menghampirinya ketika saya sudah yakin bahwa sosok yang berdiri di hadapan saya adalah orang yang saya tunggu sejak tadi. Senyum ikhlas saya hadiahkah berharap bisa mencairkan suasana kaku diantara kami. Beberapa menit kemudian kami langsung terlibat pembicaraan seru seputar Medan. Ah ternyata dia tidak sependiam yang saya bayangkan. Justru sebaliknya dia banyak bercerita tentang kota tempat tinggalnya, pekerjannya dan juga sahabat-sahabatnya.

13.12.2009 pukul 16.15 wib


Sebuah pertemuan pertama yang singkat, tapi menyimpan makna di hati kami masing-masing. Saya masih ingat perjalanan sehari semalam kami. Di mulai dari nonton bareng di bioskop, berkunjung kerumah saya dan berkenalan dengan keluarga saya. Menikmati secangkir teh yang menurutnya kemanisan. Hahahhaha....
serta makan bareng di salah satu kafe di pusat kota yaitu Merdeka walk (dikatakan Merdeka Walk karena dekat dengan Tanah Lapang Merdeka)di kota saya. Menikmati hujan yang mencurah ditemani sepiring rujak kesukaan saya, dan perjalanan keliling kota dengan becak bermotor.

dan sekarang, saya sudah harus mengantarkan dia kembali ke airport Medan karena dia harus pulang ke kotanya. Pesawat yang ditumpangi sempat delay selama hampir satu jam dan itu membuatnya mengantuk. Setelah mendapat informasi bahwa pesawat sudah bisa berangkat, perpisahan pun terjadi. Saling berjabat tangan tanda perpisahan kemudian dia masuk ke ruang tunggu dan saya kembali pulang kerumah.

note:
setelah pertemuan itu saya bertanya padanya apa yang telintas di benaknya ketika pertama kali melihat saya. maka jawabnya adalah:

- bintang air orangnya memang kecil, putih dan ceria

kesan saya ketika pertama kali melihatnya:

- Hm...ini tho orangnya, wah, saya cuma sebatas bahunya sodara-sodara.
tapi.... sttt..t ada sisi romantis dan manja dalam dirinya lho..


hmmmmm apakah ada pertemuan kedua setelah pertemuan pertama??
Baca Selanjutnya - Pertemuan Pertama

2009-12-18

Teruntuk Dirimu (siapakah dia?)

Dari postingan sebelumnya saya melihat banyak teman-teman yang berkomentar dan kebanyakan komennya bikin tersenyum deh. Terima kasih buat segala perhatian, semangat dan juga kritik saran yang menggelitik. xixixi..

saya tidak sedang bersedih, jauh dari mellow dan lagi tidak ingin mengkonsumsi melon. Tulisan sebelumnya ada untuk seseorang yang dekat sekali dengan saya. Dia adalah;


Namanya Bayu, dia adik pertama saya dan beberapa minggu kemarin dia mengatakan pada saya kalau kekasih hatinya mengajak dia untuk secepatnya menikah. Reaksi pertama saya waktu itu kaget. Jelas donk, kakaknya aja belum nikah masak adiknya mau duluan. Heheheheh ketauan yah saya gak rela.

Antara saya dan bayu tidak jauh jaraknya, hal itu membuat kami selalu dianggap bukan kakak-adik tapi seperti pasangan berkasih. Dia juga teman curhat terbaik saya, selalu mendengarkan dan menuruti keinginan saya. Misalnya kalau saya ingin pergi jalan-jalan, dialah yang paling sering menemani saya. Jadi ada rasa kehilangan padahal dia belum benar-benar ingin merealisasikan keinginannya.

Bukan rasa cemburu karena takut di duluin, tapi saya hanya ingin dia lebih matang dan siap ketika dia melangkah ke episode selanjutnya. Siap dalam arti bukan hanya fisik tapi juga lebih kepada bathinnya. Siap membawa seorang perempuan dan bisa bertanggung jawab atas rumah tangganya kelak. Saya ingin dia lebih menggunakan logika ketika memilih wanita dan bukan hanya mengandalkan rasa cinta semata.

Alhamdulillah dia masih mau mendengarkan nasehat saya dan ibu, dan dari hasil diskusi dia memutuskan untuk melanjutkan cita-citanya terlebih dulu. Ada rasa lega ketika saya mendengar hasil keputusannya.
Baca Selanjutnya - Teruntuk Dirimu (siapakah dia?)

2009-12-13

Teruntuk Dirimu

Kau tau kalau kau bergitu berarti dalam hidupku, kau pun tahu kalau kau pergi aku akan kehilanganmu. Dan ketika hasrat untuk benar-benar pergi kau utaran aku merasa telah kehilanganmu sebelum kau benar-benar pergi dari hidupku.

Aku egois ketika aku bilang kalau kau harus berfikir ulang dengan niat hatimu untuk bersamanya. Ah, seharusnya aku mendukung bukan sebaliknya, mematahkan semangatmu hingga kau memilih diam tanpa putusan. Aku semakin bersorak ketika orang-orang di sekelilingku juga mendukungku.

Sebenarnya aku belum siap melihatmu menjauh dariku karena dalam kitaran hidupku kau adalah sebagian daripadanya. Aku belum sanggup sendiri tanpamu dan kau sendiripun tau itu. Aku seperti anak itik yang kehilangan induk dan ketika aku keluar orang pertama yang kupinta menemaniku adalah kamu. Tidak perduli apakah saat itu kau ada urusan lain. yang penting adalah aku, aku dan aku.

Uffh.. kadang aku berfikir apakah aku terlalu manja dan cenderung memaksakan kehendakku? Salahkah aku yang menasehatimu untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan mengambil masa sebanyak-banyaknya sebelum kau benar-benar melangkah.Yang aku tau adalah aku masih ingin kau ada disisiku.

Baca Selanjutnya - Teruntuk Dirimu

2009-12-07

Jelouse

Cemburu. Jika menilik sekilas tentang kata cemburu, mungkin yang terbersit dalam fikiran kita adalah sifat negatif yang akan membawa keburukan. Tapi perlu di ketahui bahwa rasa cemburu juga perlu dalam mewarnai kehidupan.

Cemburu melambangkan mental yang sehat, selagi masih dalam batas dan ruang lingkup yang betul serta tidak keterlaluan kita wajib merasa cemburu. Jika kita melihat ada orang yang lebih berprestasi dari kita, maka cemburu itu di perlukan untuk memacu kita lebih berusaha agar dapat menandingi prestasinya.

Manusia yang sudah tidak ada rasa cemburu ibarat tiang bendera, tugasnya mulia yaitu menjunjung bendera tapi yang di hormati bukan benderanya tapi tiangnya.
Cemburu ibarat pemanis dalam minuman jika kurang manis maka minuman itu terasa kurang sedap. Begitu juga dalam hubungan terhadap orang lain mungkin kita tidak pernah merasa cemburu terhadap pasangan kita. Sehinggalah dia berpindah ke lain hati barulah kita merasa betapa kehadirannya begitu berarti.

Perhatikan ayam jantan yang rela bertarung hanya karena sang betina di ganggu oleh ayam jantan yang lain. Ini bukti bahwa bukan hanya manusia yang memiliki sifat cemburu tapi ayampun bisa berasa cemburu. Jadi jangan merasa cemburu tidak diperlukan karena bukan hanya manusia, hewanpun ada rasa cemburu.


*Dialog*
"dek, kok cemberut mulu sih?"
"aku cemburu tau!"
"lho, emang aku ngapain?"
"ya iyalah, masak kamu lebih sayang sama kambing kamu dari pada aku"
Baca Selanjutnya - Jelouse

2009-12-04

Diakah yang di sebut Kekasih

Cinta dan sayang sering kali di bedakan tapi pada dasarnya dua kata itu adalah sama. Sama-sama menunjukan rasa yang ada dalam diri kita yang keluar secara alami tanpa paksaan. Tidak bisa di jangka kapan hadir dan perginya. Untuk urusan kasih sayang terhadap pasangan memang tidak akan pernah habis di bahas. Hal ini membuktikan bahwa secara harafiahnya setiap manusia memang membutuhkan rasa kasih dan sayang.Baik kepada Sang Pencipta, keluarga, sahabat atau mungkin benda-benda yang kita sayangi. Untuk kali ini saya ingin membahas hubungan kasih sayang sepasang kekasih.

Dengan kasih sayang kita jadi tidak ingin menyakiti satu sama lain. Namun pada kenyataanya sering kali orang yang mengaku menyayangi pasangannya justru malah menyakiti. Saya pernah melihat teman saya bertengkar dengan pasangannya di khalayak ramai, saling memaki, mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak patut untuk di ucapkan. Bahkan dengan tega sang lelaki memukul teman wanitanya.

Padahal sebelumnya mereka mengaku pasangan kekasih yang saling menyayangi satu sama lain. Mereka tidak ingin menyebutkan kata "cinta" karena menurutnya kata cinta itu adalah perasaan sementara yang tidak akan bertahan lama. Dengan kejadian seperti itu apakah mereka masih bisa di sebut pasangan kekasih?

Setelah kejadian itu teman saya meminta pendapat saya tentang hubungan mereka yang sering kali di warnai dengan kekerasan. Saya menjawab sederhana. "Tinggalkan lelaki itu". Teman saya diam, melihat reaksinya saya tau dia ragu untuk meninggalkan kekasihnya. Memang perlu keberanian untuk memulai langkah baru, tapi waktu tidak akan menunggu dan perasaan bahagia harus di dapat. Lebih baik sakit sekarang dari pada sakit esok,esok dan seterusnya. Sebuah kata klise tapi payah untuk dilakukan apalagi ketika hati masih menyimpan rasa sayang untuk sang kekasih.
Baca Selanjutnya - Diakah yang di sebut Kekasih