Strategi Marketing Online

Hmmm...dapet bros fatty yang senada sama bajuku, cakep, imut kayak aku #plakk. Kemarin aku juga dapat bros dari kain flanel warna-warni dengan bentuk bunga sederhana. Dalem ati "si mbak ini kok baik banget ya". Yah, begitulah, temenku memang baik hati, suka menabung, cerdas dan berfikir panjang 60 km/jam. Dia ini pengusaha jahit menjahit, sudah lama katanya dan belakangan ini dia melirik Usaha Kecil Mandiri.

Jenis usaha yang dipilih adalah bros jilbab dan baju. Sebenernya sih terserah mau dipakai di mana, di baju ok, di jilbab juga woke. Selain kedua usaha tersebut, mbak cantik ini juga menjadi EO dadakan di event UKM, jadi penulis blog, guru private bahasa inggris, mak comlang dan.....lagi nyari sandaran kursi eh salah, sandaran hati :) #piss ah, kalo pipis di kamar mandi.

Mbak cantik yang terobsesi jadi artis kulkas 4 pintu 6 jendela dan 20 ventilasi ini sangat friendly dalam berdagang. Dia sering kasih aku hasil karya handcrafnya yang kalo di sebutin satu-satu mungkin habis 3 halaman koran. Padahal sejak dia usaha bros dan pernak perniknya aku ga pernah pesen apalagi beli lho... semua aku dapat gretongan alias gratis tis. Tau kenapa? yaa karena aku adalah teman yang lucu, cantik, imut dan menggemaskan *finah.

Lebih kurang 4 bulan yang lalu aku punya kain batik yang belum di jahit. Jadi karena temenku ini penjahit yang memang selalu menjahit baju-bajuku sebelumnya. Untuk kali ini aku mempercayakan batikku ke dia. Namun.. karena begitu banyak kegiatan baik di dunia nyata dan maya, batikku gak kelar-kelar alias belum jadi baju sampai sekarang! Tapi apa aku marah? oh tidak, emak-emak cantik ga boleh marah, ngamuk iya.

Walaupun batikku belum siap segalanya bisa aku toleransi, semua itu tidak lepas dari bagaimana dia bersikap dan bertutur pada para pelanggannya. Sepanjang pengetahuanku, temanku ini belum pernah mematok harga untuk barang dagangan yang masih di tawarkan. Harga selalu di nego saat sudah ada pesanan jika pun ada yang sudah langsung di beri label harga, semua masih bisa di kurangi. Caranya berkomunikasi dengan konsumen juga tidak bertele-tele tapi tetap santun dan bersahabat. Salut, pastinya. Aku bisa bilang temanku ini memiliki strategi marketing yang hebat sehingga siapapun bahkan yang dulu pernah menghinanya kini berbalik memesan handcraf kepadanya.

Banyak yang sudah terjun di marketing online, dan semua pasti punya strategi masing-masing untuk menarik minat pembeli. Salah satunya dengan terus membangun ikatan pertemanan dengan konsumen. Memastikan apakah barang yang dikirim sudah sampai ke tangan konsumen dengan selamat, menanyakan tentang kondisi barang dan komentar konsumen. Komentar ini bisa di tulis ulang pada barang yang sudah di pesan agar orang lain dapat membacanya, bisa jadi, dari komentar yang baik, akan timbul minat konsumen lain untuk membeli barang tersebut. Selanjutnya tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kesediaan konsumen membeli barang yang di jual. Satu lagi meluaskan jaringan, karena semakin luas jaring yang kau sebar akan semakin banyak tangkapan. #demikian



Special buat mbak cantik.
Tag : review
1 Komentar untuk "Strategi Marketing Online"

Memang mba bisnis online lebih menguntungkan....

salam Ajie

Back To Top