Keinginan Yang Tertunda

Sebelum aku mulai mengetik, secara di sengaja aku lihat daftar postingan teman-teman blogger di dasbor. Kaget, karena ternyata yang posting ga banyak, aku hanya melihat beberapa postingan dan orangnya itu-itu juga. Sah, berarti yang lagi malas posting seperti aku juga ga sedikit :) *berasa punya kawan.

Pertanyaanya, kenapa aku jadi malas posting? penyebab utama, aku repot ngurus rumah dan anak, ini bisa di maklumi. Kedua, aku kehilangan gairah untuk menulis, ini perlu penyaluran yang tepat. Ketiga, aku merasa tidak bebas menulis, ini perlu di pertanyakan lebih jauh. Mengapa? entahlah, yang jelas aku merasa tidak seperti dulu lagi, apa yang ada di otak aku uraikan lewat cerita, walaupun ngalor ngidul ga jelas. Tapi setidaknya aku punya saluran untuk menuangkan segala yang ada di hati, entah itu sedih atau gembira, entah itu waras ataupun gila. Lepas begitu saja.

Lain dengan sekarang, aku lebih banyak diam, lebih banyak memendam apa yang ingin aku ceritakan, aku khawatir menyinggung seseorang, aku khawatir ada yang merasa dan aku khawatir kalau kalian tau apa yang ada di fikiranku. Dengan segala kekhawatiran itu, keinginan untuk menulis menguap begitu saja, bahkan tidak jarang meninggalkan jejak-jejak perih di sudut hati. Ah aku cengeng lagi, tapi inilah aku, orang-orang yang pernah mengenal bintangair pasti tau kalau si pemiliknya suka melon dari pada mangga.

Yang masih terkerjakan adalah aku masih sempat membaca blog beberapa teman, khususnya teman lama. Walaupun aku memilih untuk tidak komentar, hanya membaca dan diam tanpa meninggalkan jejak. Berharap dengan begitu aku mau menulis lagi, aku mau cerita lagi entah itu sedih atau gembira, entah itu waras ataupun gila.
Tag : curahan hati
2 Komentar untuk "Keinginan Yang Tertunda"

kalau punya anak kadang nunggu mood juga ya mbak utuk nulis

aku pernah ngerasain kayak gitu mbak, nggak bisa nulis bebas karena takut, takut ada yg tersinggung, takut org tau ap yg aku pikirin dan aku rasain, tp akhirnya aku jadi nulis di kertas banyak2. karena setiap emosi butuh penyaluran kan? mereka butuh kata-kata untuk bisa keluar. :)

Back To Top