DIAM

Diam-diam kau menatapku
melihatku dengan mata hatimu
mendekatiku dengan ketulusanmu
mengajarkanku melihat dunia dari setiap sudut

Diam-diam aku mulai memikirkanmu
membiarkan semua terjadi di hadapanku
sesuatu yang tak pernah terfikir oleh akalku
kini terjadi tanpa bisa ku halangi
kau bagaikan udara yang mengelilingiku
meniupkan wangi ke seluruh nadiku
seperti duri yang menusuk tanganku
yang semakin hari semakin dalam
meninggalkan luka yang teramat sulit untuk ku mengerti

jangan lagi mendekatiku, karena ku tak mampu jauh darimu...
jangan lagi datang padaku, karena aku tak mampu meninggalkanmu...
biar aku merinduimu tanpa kau tau...
biar aku mengingatmu dalam setiap kotak fikiranku...
nyatalah bahwa aku mencintaimu..


Tag : puisi
10 Komentar untuk "DIAM"

mencintai dalam diam itu sangat melelah kan nona manis. tak ada salahnya kok mencoba menyampaikan apa yang ada dihatimu itu ke someone yg kamu maksud. siapa tahu dianya gak menyadari itu. bisa barabe khan. kecuali jika kamu emang udah siap lahir batin menerima luka.

btw, aku berharap akan baik baik saja. and txs atas kunjungan perdananya ya. sorry baru sempet kunjungan balik...

thanks ya mbak buat komennya. kadang kesakitan yang kita rasain hari ini gak selalunya sakit untuk seterusnya. makasih juga karena udah ngebales sapaanku

diam lebih baik mungkin, hehehehe

aduh indahnya cinta,
sampai kita diam pun getaran yang dibuatnya tetap terasa.

idih...syahdunya ungkapan kata adinda dwina...!, membuat sang penyamun pengen ngerasain jatuh cinta lagi...!! *wuhehehe..!

Makin keren aja blognya....Saluuut..! Keep spirit ya..!

cinta gak pernah bisa bisa di ungkapkan dengan kata-kata. walaupun sudah di coba tapi sepertinya belum cukup untuk mewakili cinta yang sebenarnya. diam kadang gak selalu membuat orang gak mengerti kalau ada cinta d hati kita.makanya andi aku pilih diem aja ah

Aku akan selalu hadir untuk...... ;)

wadu..andai sajak ini untukku...hmmmm

diam diam mbak dwina dari dulu puisinya keyeeeeennnnnnnnn

Back To Top