2010-09-20

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Demikianlah sinopsis dari Novel apik karya Tere Liye yang cukup bikin aku terharu dengan kisah cinta yang tidak kesampaian. Cinta yang tidak mampu untuk diungkapkan karena masing-masing dari tokohnya menahan hati untuk tidak mengungkapkan rasa yang sebenarnya sudah tumbuh selama bertahun-tahun.

Display Buku

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ini adalah novel karangan Tere Liye yang pertama kali aku baca. Setelah sebelumnya sempet penasaran dengan cerita dari beberapa teman kalau tulisan Tere Liye mampu membius emosi pembacanya sehingga larut oleh alur cerita yang dibawa. Dan memang benar Novel yang menurutku cukup tipis ini bisa dibilang singkat dan padat, tidak terlalu banyak plot sehingga pembaca bisa fokus terhadap alur cerita yang disajikan.

Pengajaran yang menurut saya bisa diambil dari kisah dalam novel ini adalah bahwa setiap orang, siapapun dia, berhak untuk mencintai dan dicintai, berhak untuk mengungkapkan walau penghujungnya mungkin tidak seperti yang diharapkan. Tapi setidaknya lebih baik dari pada didiamkan yang akhirnya menjadi bumerang bagi sipemilik rasa itu sendiri.
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Post by Dwina.Net 5 on 2010-09-20

37 komentar:

aryadevi said...

iya berhak untuk mengungkapkan dan wajib pula untuk membalas dengan jujur dengan tidak mempermainkan perasaan.

Yohan Wibisono said...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang penyembuhan dan kesehatan di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan manfaat

Rentals of cannes said...

Wah, aku jadi belajar biologi gini haha bagus postingannya btw jgn lupa mampir ke postinganku yang judulnya...

inge / cyber dreamer said...

aku juga udah baca bukunya...
dan emang keren ^^

mengungkapkan apa yang dirasakan walau hasil mungkin tak selalu seperti yang diharapkan tetapi setidaknya telah berusaha ^^

joe said...

jadi penasaran, seperti apa ya ceritanya?

Kantong Plastik said...

weheyy.. bukunya om darwis.
buku tere liye menag bagus-bagus. ;D

Yolizz said...

waaahhh.. novelnya Tere Liye yah mbak?? aiihh.. pasti menyentuh banget, novel Tere Liye yang pernah aku baca tuh Hapalan Sholat Delisa, menyentuh banget lho mbak...

Laksamana Embun said...

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Mau lhat orang yg sprti ini.. ^ ^

omjun said...

kunjungan malam.... salam blogger

Kang Sugeng said...

kayaknya buagus yo mbak critanya

attayaya speedtest said...

udah lama banget gak kesini...
pa kabar....??

DewiFatma said...

Nyari bukunya ah..

kira said...

nice...

anak nelayan said...

comment dulu baru baca..hehehe

rahmat yudhistira said...

jangan lupa di follow ya..

wits said...

klo ngebaca petikan di atas, sepertinya si cewek yg berkepang dua ini menyukai lelaki yg lebih tepat dianggapnya sebagai kakak yang berjasa buat kehidupan keluarganya ya Mbk?
jadi penasaran pengen tau akhirnya seperti apa..

Seiri Hanako said...

setuju
aku juga pernah mengungkapkan rasa
namun tak seperti yang diharapkan hasilnya
tapi di sisi lain aku lega
coz hati ini jadi lebih ikhlas

^^

Willyo Alsyah P. Isman said...

rupanya senang membaca novel juga ya... sama dong.

Andreas said...

Tulisan nya menarik...
di tunggu tulisan hebat berikutnya...

>> INF <<
>> KOMUD <<
>> SatmaPP <<

deadyrizky said...

aaaaa, ntar kapan" numpang baca punya temen ah.
hihihi

Mayyadah Or Maya said...

tere liye emang bagus2 novelnya, rata2 sedih en daleem :)

Mega said...

jadi pengen baca sis

7 taman langit said...

ulasan novel yang menarik
jadi kepengen beli

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, kirain kisah kamu...ternyata resensi toh.

Rubiyanto said...

Wah begitu dalam maknanya .....

Pepito said...

ijin nyimak gan...nice info

Senja said...

mba winaaaaa.........jd pengen baca bukunya ^^

Elsa said...

Selamat menempuh hidup baru... 17 Oktober 2010
semoga langgeng sampai akhir hayat yaaaa

penghuni60 said...

iya deh, yg lg mau bulan madu gak bilang2...
segitunya ya, udh lama gak maen2 ke blogku, eh dgr2 udh menemukan malaikat hatinya...
hmmm..

smoga sukses ya sobat, jagalah malaikat hatimu itu...!

salam bwt Attayaya... dia adalah sobatku yg paling baik.
semoga kalian cpt dikaruniai keturunan. menjadi kluarga yg sakinah, langgeng selamanya, AMIIN.

mungkin hanya sebait doa itu yg bs mewakili kehadiranku.
kalo berkenan, ijinkanlah aku melihat wajahmu dan malaikatmu itu.
(kirim fotonya ya ke emailku y, please, sebagai kenang2n)

Beranjak dari Dunia MAYA, menjadi dunia NYATA,
salut bwtmu sobat, pesanku satu saja, tetaplah menjadi bintang air yg selalu bersinar!

wassalam
Penghuni 60
salam bwt keluargamu dan keluarga malaikatmu!
ditunggu kunjungannya lagi.jgn lp bawa bolu pengantennya... hehe.. :)

ajie said...

kita tidak boleh saling membenci

JoO said...

Mba dwina Selamat yaaa... ^.^ moga jadi keluarga yang samawa... ^.^

Zulfadhli's Family said...

Hai Aunty Wina, apa kabar? maap Zahia baru main kesini lagi yah. Soalnya sejak pulang mudik Bunda kena penyakit males ngeblog, jadi yah gituh deh. Syukur2 sekarang malesnya Bunda dah agak berkurang dan mulai semangat posting & jalan2 ke rumah tetangga.

Wah kalo dari sinopsisnya sepertinya bagus deh tuh buku. Kalo Aunty punya Bunda katanya mo pinjem dunks bukunya hihihi

ninneta said...

Hai,

Sudah lama aku nggak blogwalking. Karena memang dah lama juga nggak blogging. Hehehehehe.... Datang sekedar menyapa. Semoga dirimu sehat dan selalu bahagia.... dan semoga belum lupa dengan persahabatan kita.

:)

Salam,

Ninneta

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia said...

desain bukunya juga keren

eh gmn caranya tuker link bozz admin? :)

Dangsulaeman said...

tukeran link yuk...link blog ini sudah ada di blog saya...periksa aja dulu..kalau sudah ok, mohon add link saya, namanya "Bolehngeblog"..trims

Bolehngeblog

Abdul Malyk said...

wah, sepertinya bagus neh novelnya,,
boleh dicoba neh,,

Anonymous said...

itu novelnya tere liye kan???? bagus2 lho.. q suka smua bkunya coba deh baca ayah ku bukan pembohong keren bgt... ceritanya tentang kasih sayang , harapan ma cerita cerita jujur dari ayah ke anak tp anaknya ga percaya walau akhirny percaya sih.. hehehehe

Post a Comment

yukkk komen disini