Di penghujung tahun ini, aku ingin sekali mengusikmu
Tentang kenangan silam 9 tahun yang lalu
Saat kau membiarkanku menanti di tengah gerimis malam hari
Seperti liliput kecil yang tak tahu kemana arah berlari
Tahukah kau,
Ketika itu aku benar-benar membenci diriku
Yang tak kunjung sadar semua makin samar
Bahwa kau tak mau lagi peduli akan hadirku
Tapi bencinya aku pada diriku telah mengalahkan kebencianku padamu
Kau tak pernah mau mengakui bahwa semua adalah keinginanmu
Menciptakan sebuah lingkaran sandiwara yang hanya kita pemainnya
Kini apa yang kau dapat dari ketidakmampuanmu untuk meraih apa yang kau mau
Kau makin terpuruk di lingkaran yang tak berpenghujung
Hingga usia menggerogoti diri
Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan!
Tentang kenangan silam 9 tahun yang lalu
Saat kau membiarkanku menanti di tengah gerimis malam hari
Seperti liliput kecil yang tak tahu kemana arah berlari
Tahukah kau,
Ketika itu aku benar-benar membenci diriku
Yang tak kunjung sadar semua makin samar
Bahwa kau tak mau lagi peduli akan hadirku
Tapi bencinya aku pada diriku telah mengalahkan kebencianku padamu
Kau tak pernah mau mengakui bahwa semua adalah keinginanmu
Menciptakan sebuah lingkaran sandiwara yang hanya kita pemainnya
Kini apa yang kau dapat dari ketidakmampuanmu untuk meraih apa yang kau mau
Kau makin terpuruk di lingkaran yang tak berpenghujung
Hingga usia menggerogoti diri
Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan!
kalau puisi aku ga ngerti mbak :(
ReplyDeletemet weekend ya
Jeeennnggg, pa kabs? Kangen dah lama ga rumpi2
ReplyDeletejeng, tulisanya ko kuning seh? Ga terlalu jelas loh keliatannya, coz kan backgroundnya putih
Btw gimana kabar Azzam?? Oya, alamat rumah masih sama yang dulu ga? Mo kirim sesuatu neh untuk dirimyu dan Bang Atta yang udah bantuin ekye renovasi rumah :-)
di penghujung tahun ini aku membaca puisi yang wow....keren mbaaakkk.... ^^
ReplyDeleteKenangan dipenghujung tahun yang pilu, semoga itu sudah lekang oleh waktu ya.
ReplyDeleteSalam.. .
senada dengan mbak Lidya.. butuh kopi bergelas-gelas saya nih untuk memahami sebuah arti puisi
ReplyDeleteaaah.. kenangan... kadang begitu menyayat... X'(
ReplyDelete@mbak Lidya: anggap aja puisi itu cerita,,hanya bahasanya aja yang lebih dalem
ReplyDelete@mbak wina:kalo boleh tau,,siapa dia(subyek-nya)??
ooh yaa ada yang ketinggalan,,happy new year
ReplyDeleteDwina, sebagaimana kita sama-sama telah tahu bahwa waktu telah banyak temani dan ajarkan kita pada hidup ini, banyak warna yang tertemui dan mendewasakan pemahaman kita.
ReplyDeleteSemoga di tahun mendatangkan kau dan keluarga disana selalu dalam rahmad dan ridho Allah ya De
dimudahkan semua urusanmu, juga kalian yang panjang umur. Amin.
Hmm ga terasa kita semua udah di penghujung taon.
''tua itu pasti... Dewasa itu pilihan''
ReplyDeleteSetuju banget dah....
setuju, menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. saya pilih tetep muda hihi...
ReplyDeleteya tua itu pasti. semoga tahun depan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baek
ReplyDeleteSiapa tuuuuhhh?? *emak2 penapsaran minta digaploks hehehe*
ReplyDeleteSetujuuu Cyiiinn. Tua itu pasti. Sepasti kerutan yang mulai samar ada di samping mata. Hiks!
Btw, walopun telat teteup ekye ngucapin met taun baru untuk dikau, Bang Atta, dan Azzam
Kiss kiss dari Miri yaaa