Membangun Hutan Kota

Hidup ini mesti ada cita-cita. supaya kita lebih semangat menjalani hidup untuk menggapai cita-cita kita. Itu bukan kata saya, itu kata opahnya Upin-Ipin. hehehhe jangan marah.... saya nulis cita-cita saya ini barengan sama Azam anak saya yang lagi nonton Upin-Ipin. Saya ingat lagi sedari dulu saya ingin sekali memenuhi halaman rumah ibu saya dengan pohon tapi itu tidak jadi kenyataan sebab rumah ibu saya mepet sama rumah tetangga dan tidak ada halaman yang tersisa untuk bertanam. Sekarang saya tinggal di rumah kontrakan bareng suami dan anak saya. Alhamdulillah ada sedikit halaman rumah yang tidak begitu luas tapi cukup sebagai tempat saya menyalurkan hobi bertanam. Mulanya saya bertanam pohon bunga, ini wajar karena perempuan itu kebanyakan menyukai bunga yang bila sedang kembang ramailah rumah dengan berbagai jenis bunga yang berupa-rupa warnanya. Lama kelamaan saya mulai melirik pohon buah karena nanamnya ga susah. campak aja bijinya insyaAllah tumbuh. Kalau sudah keliatan daunnya, pindahkan ke polibag. Jangan lupa di siram. Dari satu pohon akhirnya menjadi banyak pohon.

Tahun 2014 proyek monumental saya adalah membuat hutan kota milik pribadi. Duileee kesannya nyombong banget yaks.. biarin yang penting jadi kenyataan :D Keinginan membuat hutan kota ini sebenarnya sudah lama tersimpan di sudut hati saya. Dulu sih ngayal doang, enaknya kalau punya lahan yang luas pasti bisa ditanami dengan berbagai jenis pohon yang saya mau. Hutan kota selalunya dikelola oleh pemerintah tapi kebanyakan kurang produktif dan terkesan angker karena pohon-pohon dibiarkan tumbuh tanpa ada pemangkasan, belum lagi pohon yang tumbang lamaaaaa banget di bersihkan, hasilnya bisa ditebak keadaan disekitar hutan kelihatan tak terurus dan menjadi tempat remaja mojok pacaran. Oleh karena itu saya ingin membangun hutan di atas tanah milik pribadi yang nantinya bisa dijadikan tempat untuk rekreasi flora, berolah raga atau hanya sekedar duduk santai menikmati semilir angin yang bersih dan bebas polusi. Keinginan ini insyaAllah akan menjadi kenyataan ketika bulan Oktober kemarin suami membelikan saya sebidang tanah seluas 1 hektare yang nantinya akan dijadikan lahan hutan kota seperti keinginan saya. Kawasan di sekitar tanah itu memang masih berupa lahan karet dan sawit yang tidak di urus, tapi satu atau dua tahun lagi kata suami akan di bangun kantor walikota tepat di depan tanah kami. Wah, senangnya saya karena pastinya daerah itu akan ramai nantinya dan hutan kota rasanya cocok dibangun sebagai tempat rekreasi keluarga.

Untuk membuat hutan kota apalagi milik pribadi bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit jika ada kemauan. Konsep yang saya inginkan adalah tanah seluas 1 hektare itu akan diisi dengan berbagai jenis pohon seperti jati, meranti, kapas, ketapang, mahoni dan jenis pohon besar lainnya. Selain itu ada juga jenis pohon buah, rempah, tanaman herbal, bunga, rumput sampai lumut. Ada juga rute jogging, jalanan yang diberi kerikil untuk terapi kaki, kolam ikan yang ikannya tak boleh diambil tapi boleh diberi makan oleh pengunjung :D serta taman bermain untuk anak-anak seperti jungkat-jungkit, luncuran, ayunan dan panjat tali. Taman bermain ini akan dibuat di tengah-tengah lapangan berumput. Siapapun boleh datang ke hutan kota saya, GRATIS. Lalu bagaimana jika ada yang ingin berjualan. nah... jika sudah sampai pada tahap ini, kita mulai berbicara bisnis :D Ada satu blok khusus yang akan disediakan bagi mereka yang ingin berjualan. Sepanjang blok itu akan ditanami pohon ketapang. Pohon ini saya pilih karena daunnya yang lebar dan sifat tumbuhnya mirip seperti payung, cocok sekali untuk tempat berteduh. Para pedagang akan dikenakan sewa perhari atau perminggu sesuai perjanjian yang gunanya akan dipakai untuk dana kebersihan serta perawatan hutan.

Sebagai langkah awal saya membibitkan berbagai jenis pohon dibelakang rumah. Halaman rumah saya yang sempit sekilas sudah mirip kebun yang dipenuhi polibag. Kadang lucu tapi saya suka, apalagi suami ikut membantu saya. Bila tanah yang kami beli sudah layak untuk ditanami, pohon-pohon ini nantinya akan dipindah ke sana. Dan rencanaya akan dilakukan tahun depan.

Jenis pohon yang saya tanam sendiri yaitu:
35 pohon pinang
10 pohon matoa
10 pohon nona
5 pohon durian
5 pohon jambu air jamaika
4 pohon kelengkeng
1 pohon jambu bol
1 pohon alpukat
1 pohon jeruk manis
1 pohon asam jawa
1 pohon mangga

selain itu ada juga pohon jenis obat-obatan dan rempah seperti:
6 pohon mahkota dewa
20 pohon cabe rawit
8 pohon cabe merah
1 pohon jeruk purut
Sekelompok jahe putih
Sekelompok jahe merah
Sekelompok kunyit

Ada juga tanaman obat yang diberi kakak saya. Senang sekali karena jenis tanaman ini langka di Pekanbaru seperti:
1 Cakar ayam
1 Stevia
1 Perneli
1 Temu mangga
1 Sambung juyawa
1 Anyang-Anyang
1 Slegi

Sebagai pelengkap hutan kota tersebut nantinya akan ditamani pohon bunga berbagai rupa yang juga sudah saya kumpulkan sejak tahun lalu. Harapan saya proyek monumental ini akan berjalan tahun depan sesuai rencana. Dan semoga Allah memberikan kemudahan baik ekonomi karena memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Waktu, semoga kami punya cukup waktu untuk membangun hutan tersebut karena menurut suami butuh waktu setidaknya 5 tahun karena yang kami tumbuhkan adalah pohon yang tidak bisa instan pertumbuhannya dan waktu untuk mengenalkan pada keturunan kami bahwa harta yang dimiliki adalah titipan Allah, sedikit atau banyak lebih baik digunakan untuk sesama. Pohon semakin sedikit, udara semakin panas hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek panas itu salah satunya dengan bertanam pohon.


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

Tag : artikel
7 Komentar untuk "Membangun Hutan Kota"

keren..., sama mbak. aku juga punya cita-cita ke depannya kurang lebih seperti itulah. enak banget euy..., 1 ha. dimaana tuh mbak... oh ya, salam kenal ya. aku adminnya bunda berkebun :)

coba link di klik..kemana larinya....
Silahkan direvisi yaaa
Trims

wahhh.. banyak juga ya mbak yang mau ditanam.. Mudah2an sesuai rencana... ^_^ ... melihat pemandangan hijau membuat hati adem kan mbak.. hhehe
salam kenal

Asiik, mari peduli lingkungan, dunia, Mba. .
Kalau di kota sangat perlu. Melasi, sekarang panasnya nylekit akibat global warming.

Kalau saya di Desa sih alhamdulillaah masih iso liat segeran pohoon. :)

Saya sudah ngebayangin gimana sejuknya nanti...
Good Luck ya....

Semoga terealisasi dengan ijinNya menjadikan kota yang lebih sejuk
salam dari pamekasan madura

Back To Top