Perjanjian Kerja

Udah jam 2 pagi tapi mataku belum mau diajak tidur. akhirnya aku coba untuk nulis uneg-uneg yang ada di fikiranku dan berharap semoga aja selepas ini aku bisa merehatkan mata. Krisis ekonomi yang melanda sekarang ini sudah menjalar ke semua sektor termasuk sektor manufacturing di negara ini. Perusahaan tempat aku cari rezeki saat ini kelebihan 200 perkerja.

Seharusnya dengan jumlah yang sebanyak itu sudah harus ada pemulangan tenaga kerja ke tanah air. Tapi pihak perusahaan tidak melakukan hal itu. Mereka berusaha mencari kesalahan perkerja asing agar dapat di kembalikan ke tanah air tanpa di beri uang pesangon atau pampasan, serta menahan gaji pekerja asing. Hal ini sangat merugikan karena ianya tidak sesuai dengan surat perjanjian kerja yang di berikan kepada kami sebelum kami berangakat ke luar negeri.


Pihak perusahaan seolah-olah menyuruh perkerja untuk survive dengan keadaan ekonomi yang serba minim. Cuti tanpa gaji adalah kebijaksanaan sepihak yang tidak disetujui oleh pekerja tapi tetap di berlakukan. Kami berusaha dan meminta kebijaksaan perusahaan untuk memulangkan kami ke tanah air. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi dari pihak perusahaan. Akhirnya kami hanya bisa menunggu keputusan pihak perusahaan atas kejadian ini.

Tag : uneg-uneg
9 Komentar untuk "Perjanjian Kerja"

cepat bikin lamaran lain, wah kalo iklimnya udah begitu... harus bergerak cepat dong...
mumpung bulan ini masih digaji ya...
buka mata buka telinga dan tengok kiri kanan, siapa tahu masih ada yang bagus...

@suryaden. pengennya sich cepet2 pulang ke tanah air tapi pasport ada di tangan pihak perusahaan. itu yang bikin kita2 gak bisa pulang

sabar ya, mbak...sekarang memang gak mudah cari kerjaan. Sementara perusahaan juga seenaknya sama pegawai.

btw, thanks udah milih cerpen fave.

moga yang kuasa mentakdirkan aku mjd yang ke 6 sanpai 10....ini yang ke 6

alkahamdulillah akhirnya...mudah2an ya bisa yang ke 10

wakakakakaka..aku udah nyepam di sini ya.....wah malu nih...
sekarang udah teratasi kan masalahnya...

Back To Top