Diakah yang di sebut Kekasih

Cinta dan sayang sering kali di bedakan tapi pada dasarnya dua kata itu adalah sama. Sama-sama menunjukan rasa yang ada dalam diri kita yang keluar secara alami tanpa paksaan. Tidak bisa di jangka kapan hadir dan perginya. Untuk urusan kasih sayang terhadap pasangan memang tidak akan pernah habis di bahas. Hal ini membuktikan bahwa secara harafiahnya setiap manusia memang membutuhkan rasa kasih dan sayang.Baik kepada Sang Pencipta, keluarga, sahabat atau mungkin benda-benda yang kita sayangi. Untuk kali ini saya ingin membahas hubungan kasih sayang sepasang kekasih.

Dengan kasih sayang kita jadi tidak ingin menyakiti satu sama lain. Namun pada kenyataanya sering kali orang yang mengaku menyayangi pasangannya justru malah menyakiti. Saya pernah melihat teman saya bertengkar dengan pasangannya di khalayak ramai, saling memaki, mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak patut untuk di ucapkan. Bahkan dengan tega sang lelaki memukul teman wanitanya.

Padahal sebelumnya mereka mengaku pasangan kekasih yang saling menyayangi satu sama lain. Mereka tidak ingin menyebutkan kata "cinta" karena menurutnya kata cinta itu adalah perasaan sementara yang tidak akan bertahan lama. Dengan kejadian seperti itu apakah mereka masih bisa di sebut pasangan kekasih?

Setelah kejadian itu teman saya meminta pendapat saya tentang hubungan mereka yang sering kali di warnai dengan kekerasan. Saya menjawab sederhana. "Tinggalkan lelaki itu". Teman saya diam, melihat reaksinya saya tau dia ragu untuk meninggalkan kekasihnya. Memang perlu keberanian untuk memulai langkah baru, tapi waktu tidak akan menunggu dan perasaan bahagia harus di dapat. Lebih baik sakit sekarang dari pada sakit esok,esok dan seterusnya. Sebuah kata klise tapi payah untuk dilakukan apalagi ketika hati masih menyimpan rasa sayang untuk sang kekasih.
Tag : iseng
30 Komentar untuk "Diakah yang di sebut Kekasih"

saya juga menyarankan tinggalin aja teman laki-lakinya, kalau udh maen tangan, itu namanya udh ga menghargai yang namanya wanita, di depan org rame lagi...

Wah, temen Wina yang dulu yah...??? Semoga ia telah meninggalkannya.

iya win.....jika hati yang sudah "berbicara" maka sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengannya........

benar jika kita sayang mestinya gak saling mengucapkan kata2 yg menyakitkan ya

cinta kadang mematikan perasaan lainnya terhadap seseorang......

benar sekali,...lebih baik sakit sekarang dari pada membiarkan waktu terbuang dgn seseorang yg tidak memberikan kebahagiaan untuk kita...

met malam mba ^_^

'Dengan kasih sayang kita jadi tidak ingin menyakiti satu sama lain'
Menurut perasan Whienda juga begitu, atau seharusnya memang begitu.

"Namun pada kenyataanya sering kali orang yang mengaku menyayangi pasangannya justru malah menyakiti."
Yang ini memang sekadar pengakuan. Yaitu, pengakuan sebagai alat negosiasi (alat pembayaran) untuk memenuhi kebutuhan. Jika kebutuhan dah terpenuhi ya ... udah!
Kalo, besok butuh lagi ... ya bilang sayang lagi!
Haa, ha ... nice share!

melangkah ke jalan baru memang selalu membawa kebimbangan.

pa kabar mbak?

Hm.....
Kadang kala manusia cenderung bertindak menyakiti diri sendiri.
Meskipun dalam pengalaman empirisnya seringkali relasi yang terbangun sangat menyakitkan namun lagi, lagi dan lagi tetap saja mereka ketagihan memasuki keadaan yang sama kembali.
yang jelas itu bukanlah karena kasih...

Entah suka datang menghiasi hari
Atau duka yang menghampiri
Cinta adalah berbagi
Karena sungguh !
Meski disemayamkan dalam dua raga
Sepasang kekasih hanya punya satu hati

biasanya ya, kalo si lelaki itu cinta perasaanya ke si wanita itu seneng terus, pengin sayang terus, lha ini kok tega mukul ya....
hufffft! perlu dipertanyakan 'kecintaannya'.... :-)

ketika kemurnian cinta dan sayang ternoda oleh sifat tidak baik
yang ada hanyalah kekerasan
bisa dilaporkan sebagai KDRT ke pihak kepolisian

Bener mbak, jika sudah pakai kekerasan mending ditinggalkan saja.... Pasti ada pilihan lain yang lebih baik...

ntahlah.. cinta begitu pelik diartikan. heheh
yang pasti menurut saya, cinta identik dengan ktulusan dan kelembutan.. klo kasar2.. itu mah bukan cinta.wekekke

itulah cinta yg kata orang bisa membutakan, buta akan keburukan pasangan. lain dengan sayang yg lebih tulus dan lebih logis dalam memberi ataupun menerima :) salam kenal :)

salam sobat
yang namanya kekasih ,ya mengasihi bukannya menyakiti ya,,
kasihan ya temannya,,

salam kenal mba DWINA
saya sudah follow ke 125

Mungkin itu yang disebut cinta buta...

Menurutku, jika kekerasan sudah terjadi, maka TINGGALKAN...!!!
Karena hal itu akan terulang lagi......

Kasih sayang yang sejati tidak akan pernah menyakiti, apalagi hati. Tapi jika kasih sayang tercampuri walau hanya oleh setitik sifat negatif manusia, itu mungkin yang sering jadi sumber keresahan.

memang terkadang hal yang paling rumit adalah perasaan apalagi kalau berhubungan dengan cinta.... huh....

cinta datang dan pergi...

mungkin ini masalah feedback..!
cinta butuh feedback, bukan statis dan pasif semata..

Mampir Win.. kok gak keliatan lama...

rasa sayang dan cinta.... memang belum terdapat pakem yang jelas terhadap keduanya... bisanya bikin bingung sajah.... saya juga sering terperosok jurang antara cinta dan sayang....

Itulah susahnya mbak, atas nama cinta pula menjadi sulit untuk meninggalkan seseorang walaupun sudah jelas-jelas menyakitinya..

Kekasih adalah sahabat hati, yang setia setiap saat........salam ya...........

Back To Top