Transpulmin, Mengajarkan Saya Menyentuh Jiwa Si Kecil


Dulu ketika masih single tidak pernah terfikirkan oleh saya betapa repotnya merawat bayi. Ya, saya hanya tau bahwa bayi itu adalah titipan Tuhan. Dijaga, dibesarkan dan sangat lucu. That's its. Saya yang ketika itu masih kecil memiliki adik 3 orang belum faham bagaimana repotnya orang tua mengurus kami semua. Saya tidak faham kalau tangisan bayi ternyata bisa menaikkan emosi orang dewasa beberapa derajat sehingga kadang kewarasan bisa sirna karena jerit tangis si kecil.

Selepas sekolah saya menghabiskan masa gadis di negeri orang. Merantau menjadi pilihan dan otomatis keinginan untuk menikah tidaklah menghentak-hentak relung hati. Saya enjoy menikmati masa ranum sebagai gadis belia yang lebih banyak bekerja daripada pacaran. Bagi saya ketika itu lelaki hanya sebagai teman saja. Tidak ada keinginan untuk menikah muda. Hinggalah usia menginjak 26 tahun saya baru berfikir untuk menikah. Itupun karena ada lelaki yang benar-benar serius ingin menyunting saya sebagai istri.

Singkat cerita selepas menikah saya diboyong ke provinsi Riau tinggal dengan suami sementara orang tua dan keluarga tinggal di Medan. Menghadapi situasi baru tentu memaksa saya untuk secepatnya beradaptasi dengan keluarga suami yang semuanya pegawai. Sementara saya ketika menikah disarankan oleh suami untuk tidak bekerja lagi di perusahaan. "Jika ingin mencari penghasilan sampingan boleh tapi sebaiknya tetap di rumah" Kata-kata suami ini sedikit banyak ngasih kode ke saya untuk tidak lagi jadi pegawai di intansi manapun. 

So, menjadi istri dan ibu rumah tangga full time. Itulah predikat saya sekarang sampai kini saya diberi titipan dua orang buah hati dari hasil pernikahan kami. Ketika hamil saya mulai mengerti bahwa menjadi ibu nanti tidaklah mudah. Syukurlah ada internet yang sedikit banyak menjadi media saya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana merawat bayi. Tapi, apakah setelah melahirkan otomatis ilmu-ilmu yang saya dapat bisa semua dipraktekkan? Nyatanya tidak! kenyataannya, merawat bayi tidaklah semudah teori-teori parenting yang selama ini saya baca. Merawat bayi perlu lebih dari sekedar memandikan, memakaikan baju, menyusui dan menidurkannya. Merawat bayi perlu sentuhan dari hati ke hati antar ibu dan bayi baik ketika sehat maupun sakit.

Syukur tak terhingga saya panjatkan berkali-kali karena sampai hari ini dua putra saya tidak diberi penyakit yang kronik. Umumnya mereka terkena flu, batuk dan demam. Namun ini bukan berarti boleh diabaikan justru penanganan yang tidak tepat akan membuat kondisi mereka semakin buruk. Seringan apapun penyakit anak-anak saya berusaha untuk cepat tanggap dan mencari solusi agar cepat sembuh. 

Seperti yang kemarin baru saja dialami oleh anak sulung saya. Akibat capek dan main hujan-hujanan serta jajanan yang kurang terkontrol anak lelaki saya batuk pilek. "Duh  kalau sudah begini alamat menyebar ke adiknya yang masih berusia 10 bulan nih". Pikir saya.

Penyebab Flu Pada Anak

Flu atau pilek biasanya lebih mudah menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh mereka yang masih rentan dibanding orang dewasa. Dalam setahun anak-anak bisa terkena flu sebanyak 8 - 12 kali sedangkan orang dewasa 2 - 4 kali. Penyebab flu terjadi karena virus HRV ( Human Rhinovirus) menyerang dengan gejala awal seperti:

Sakit kepala, hidung tersumbat, mata berair, kurangnya daya penciuman dan sulit bernafas. 

Sedangkan bila flu sudah benar-benar menyerang hidung akan terus menerus mengeluarkan ingus, bersin, batuk, hidung tersumbat dan suara serak. Jika sudah begini anak-anak jadi tidak nyenyak tidur dan rewel.

Pengobatan Flu Secara Alami

Mengobati flu pada anak menurut saya paling tricky sebab anak apalagi dibawah usia 2 tahun belum boleh diberi obat. Sebaiknya gunakan cara alami untuk mengatasi flunya. Ada beberapa cara yang biasa saya lakukan dan ini juga diajarkan oleh ibu saya secara turun temurun untuk mengatasi flu pada anak khususnya balita yaitu:

Gunakan irisan bawang merah untuk melegakan nafas
Irisan bawang merah akan saya letakkan dalam kantung yang berongga atau mangkuk kecil dan diletakkan di kamar. Gunanya selain untuk mensterilkan udara aroma bawang merah ini dapat membantu melegakan pernafasan. Baunya memang tidak enak namun its works! percaya deh.

Menghirup uap air yang ditetesi minyak kayu putih atau minyak telon
Cara ini juga efektif dan sering saya praktekkan. Agar anak tidak merasa takut ketika menghirup uap air panas saya akan menemaninya sambil main sembunyi-sembunyi. Caranya kami akan menutupi kepala dan menghadap ke uap air dengan begini anak merasa bahwa dia sedang main sembunyi-sembunyi dan uap air akan terhirup lebih optimal karena tertutup kain. Sambil menghirup uap air saya akan menepuk-nepuk punggungnya agar cairan ingus yang menyumbat didadanya akan keluar melalui hidung.

Jemur anak pada pagi hari
Matahari pagi selain baik untuk kesehatan juga ampuh untuk mengatasi flu pada anak. Tidak harus tegang saat melakukannya saya biasa membawanya berjemur sambil beraktifitas misalnya menyiram bunga. Jadi anak tidak merasa bahwa dirinya sedang dijemur. Lakukan sedikitnya 10-15 menit sebelum jam 09.00 pagi.

Gunakan Transpulmin Baby Balsam atau Transpulmin Balsam Keluarga

Apa itu Transpulmin Baby Balsam?
Transpulmin Baby Balsam merupakan balsam yang dibuat khusus untuk bayi dibawah usia 2 tahun dan direkomendasikan langsung oleh para ahli dokter anak sejak 30 tahun yang lalu. Transpulmin Baby Balsam ini mengandung eucalyptus oil dan ekstrak chamomile sehingga efektif untuk melegakan flu pada bayi. Aromanya yang tidak menusuk namun menenangkan membuat bayi tidak kepanasan ketika memakainya. 



Transpulmin Balsam Keluarga
Transpulmin Balsam Keluarga adalah produk lanjutan dari Transpulmin Baby Balsam karena digunakan untuk anak usia di atas 2 tahun. Komposisinya selain mengandung eucalyptus oil dan chamomile juga dilengkapi dengan zat aktf menthol dan camphor. Kedua produk ini efektif untuk:

  • Melegakan pernafasan
  • Meredakan nyeri punggung, sakit kepala dan sakit perut.
  • Menghangatkan badan
  • Serta aromanya menyegarkan

Cara menggunakan Transpulmin Baby Balsam dan Transpulmin Balsam Keluarga sangat mudah, oleskan secukupnya pada leher, dada dan punggung anak atau bayi. Aromanya akan dihirup dan efektif untuk melegakan pernafasan mereka. Kehangatan transpulmin membantu saya untuk mengajarkan arti menyayangi anak dengan setulus jiwa karena rasa hangat transpulmin lembut dan menenangkan.

Kemasan Transpulmin Baby Balsam dan Transpulmin Balsam Keluarga berbentuk tube yang mudah dibawa. Bentuk balsam yang seperti cream membuat transpulmin tidak akan tumpah dan belebaran. Pertama kali memakai produk ini saya sangat puas karena tidak menimbulkan panas berlebih. Aromanya menenangkan baik untuk bayi maupun si sulung. Kini saat bayi atau anak saya sedang mengalami flu saya tidak lagi begitu panik mencari alternatif obat karena sudah ada transpulmin yang dengan kehangatannya sedia mengajarkan saya menyentuh jiwa terdalam sikecil.




0 Komentar untuk "Transpulmin, Mengajarkan Saya Menyentuh Jiwa Si Kecil"
Back To Top