Kata Deddy Corbuzier, Kemenangan Muhammad Zohri Hanya Kebetulan. Benarkah?

Dwina.net -  Saya itu termasuk orang yang suka nonton channel youtubenya Deddy Corbuzier. Kalian pasti taulah ya siapa dia. Seorang mentalist yang akhirnya berhenti jadi mentalist karena permintaan Azka, anaknya. Sampai sini saya sudah merasa "Wow, dia ayah yang hebat". Secara Deddy sanggup berhenti dari dunia yang dia sukai demi sang anak. Berarti dia lebih menyayangi anaknya ketimbang karirnya. Ini sesuatu yang mudah diucapkan tapi tidak dilakukan.

Banyak orang tua yang jika ditanya, sayang ngga sama anak? jawabannya pasti sayang. Tapi bener-bener diterapkan ngga rasa sayang itu? benar-benar dipraktekkan ngga bukti sayang itu? coba tanya diri masing-masing berapa jam sehari waktu yang dihabiskan benar-benar bersama anak. Tanpa gadget, tanpa tv, tanpa teman-teman. Just you and your kids.


hitam putih


Well. Itu selintas pendapat saya tentang Deddy Corbuzier. Video yang kedua, maksudnya yang bener-bener saya sukai dan saya tonton sampai habis pas dia di #NebengBoys episode Deddy Corbuzier. Point yang saya sukai ketika dia bilang "Saya tidak mau panggung saya mengundang Lucinta Luna, meskipun dia sedang viral dimana-mana" We O We lagi saya.

Yess, belakangan ini jagad maya sedang dihebohkan dengan kehadiran pria transgender tapi tetap ngotot ngaku perempuan tulen. Segala olokan, ejekan, hinaan tersembur dari mulut-mulut yang sebenarnya kenal Lucinta Luna juga nggak. Tapi enteng aja ngejek ya. But, kalau dipikir-pikir sih mungkin Lunanya sendiri yang memang minta diejek. Dan buktinya lagi, semakin dia dihina semakin banyak panggung untuknya. Lihat aja dalam sehari berapa banyak entertaiment news yang ngundang Luna. Yah walaupun kebanyakan channel gosip alay sih. Tapi tidak dengan Hitam Putihnya Deddy.

Deddy terang-terangan bilang Lucinta Luna tidak boleh ada dipanggung Hitam Putih begitu pula dengan Istrinya Iqbal. Itu loh.. hmmm...mmm siapa sih namanya? Entahlah, pokoknya yang ngaku-ngaku istri Iqbal Dilan dan dia seorang Tik Tokers. Makasih Kominfo yang menutup channel itu. Meski saya yakin bakal ada banyak channel yang seperti itu bakal muncul tapi yang perlu diapresiasi adalah keseriusan Kominfo untuk memberantas konten dan aplikasi negatif. Dan kita mestinya mendukung dengan mengisi konten positif di segala media sosial yang kita punya. Yah.. seperti Dwina.net misalnya. Ecieeeee muji diri sendiri. #KibasJilbab


lalu muhammad zohri



Oke balik lagi soal statement dia tentang Muhammad Zohri yang namanya meledak ketika berhasil memenangkan lomba lari jarak pendek 100m di Finlandia yang menobatkannya menjadi juara dunia. Sekilas kita flash back dulu siapa Lalu Muhammad Zohri ini ya. Dari berbagai sumber berita yang saya baca. Zohri, begitu dia akrab disapa lahir di Lombok, NTB tanggal 1 Juli 2000 sekarang usianya 18 tahun. Hmm masih muda bo..


Keseharian Zohri berlatih tanpa alas kaki karena tidak sanggup membeli sepatu. Namun ketika Zohri menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 cabang olah raga lari jarak pendek 100 m kontan mata dunia tertuju padanya. Hujan pujian pun luruh tak dapat dibendung. Zohri dipuji-puji. Lalu apa kata Deddy soal kemenangan Zohri?

Deddy Corbuzier bilang itu hanya kebetulan. Weh.. jangan salah faham dulu. Pendapat ini bukan tanpa alasan. Zohri selama ini tidak pernah diperhatikan. Pemerintah tidak perduli akan nasib Zohri dan nasib para atlet lainnya. Namun ketika menang banyak pahlawan kesiangan. Ini telat tauk.
Deddy bilang untuk menjadi seorang atlet butuh dana dan dukungan yang tidak sedikit. Gizi adalah yang utama. Saya setuju ini. Pasalnya untuk membentuk tubuh berotot seperti Deddy itu suplemennya juta-jutaan loh. Olah raganya rutin dan asupan makanan harus benar-benar dijaga. Lah Zohri selama ini makan apa? wong rumahnya aja papan bolong-bolong, beli sepatu ngga mampu latihan sendiri di dermaga tanpa alas kaki. Jadi memang ada benarnya juga ini kebetulan.

Ada kerja tangan Alloh di dalamnya untuk menjadi pengetahuan kita khususnya pemerintah bahwa ada banyak anak-anak negeri yang berpotensi mengharumkan bangsa ini. Dukungan seharusnya bukan hanya dimulut tapi buktikan dengan support makannya, pakaiannya, papannya dan masa depannya. Berapa banyak atlet kita yang bahkan mencari pekerjaan sebagai sekurity saja susah didapat. Padahal satu masa dulu prestasinya luar biasa. Deddy sendiri ternyata adalah juara dunia mentalist dua tahun berturu-turut. Dan serius saya baru tahu. 

Untuk memenangkan Zohri dalam lomba lari jarak pendek 100 m ini sangat mudah bagi Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin jika urusan diletakkan ditanganNya. Do'a-do'a dari keluarga diijabah dan membelalakan mata dunia. Zohri yang tidak dianggap bahkan pihak officialnya sendiri tidak menyiapkan bendera negara ketika pertandingan sementara team official negara lain bisa sangat dekat jaraknya dengan atlet. Sumpah, ini saya ngga habis fikir, kemana ini team officialnya? jalan-jalan kali ye... mumpung ke Finland. Julid julid dah.

Jadi ngga salah juga kalau Deddy Corbuzier menyindir pemerintah dan orang-orang yang tiba-tiba muncul sebagai pahlawan kesiangan saat Zohri jadi pemenang. Tidak sedikit juga yang buru-buru membersihkan nama, membuat pembelaan di media-media tentang kenapa ngga ada bendera. Kenapa latihan Zohri cuma di dermaga dan lain-lain. Takut donk kena semprot Jokowi...

Okelah kayaknya tulisan ini udah panjang banget. Ngomelnya juga udah. Kalian kalau mau lihat video lengkapnya tonton aja di channel youtubenya Deddy dan jangan salah sangka sama judulnya. Usahakan tabbayun biar ngga menghujat mulu kerjaanya. See you...
Tag : artikel
Back To Top