Ketika Hati Kian Menepi

Seharusnya semua ini tak kukatakan hari ini. Saat hati mulai bimbang dan keraguan makin menyeruak di sela getir hati. Dan bibir tak mampu lagi mengeluarkan kata. Hanya hati yang berbicara pada sang Pencipta.

Kamu datang saat hati sedang gundah, kamu beri segelas air tika aku benar-benar memerlukannya. Berbagai nasehat dan kata semangat sebagi penyuntik jiwa, hingga aku yakin bahwa aku mampu berdiri diatas luka hati yang masih merah. Perlahan namun pasti kamu bimbing aku untuk bangkit dan berjalan walau tertatih, kamu temani aku melewati hari-hari. Dan semua usahamu tidaklah sia-sia. Aku jadi penurut, kukumpulkan kepingan hati dan merangkainya menjadi bentuk yang sempurna dengan warna yang baru.

Tapi hari ini aku terkejut, ada sesuatu yang menyentak batinku dan membuat aku seolah tersadar bahwa kamu telah pergi meninggalkan aku. Kemana perginya sajak pagi yang menjadi sarapan harianku. Kemana perginya semua janji yang pernah kamu ucapkan selama ini. Janji bahwa kamu tidak seperti dia.
 
Kini aku tau, aku faham dan aku mengerti ketika hati kian menepi. Aku makin menyadari bahwa kasih manusia tiada abadi tapi kasih Tuhan, janji-Nya pasti.
Tag : curahan hati
24 Komentar untuk "Ketika Hati Kian Menepi"

Wow, buagus bngt rangkaian kata-katanya. Sampai terhanyut aku ngebacanya.

dia menjauh karena melihatmu sudah terlihat kuat dan mampu berdiri atau bahkan berlari

Janjinya mungkin tidak akan membuatmu jatuh, dan itu yang ingin dia buktikan ... menjauh dari kehidupanmu disaat kamu sudah mampu berdiri/berlari

Tenang mba.. masih ada aku disini yang akan selalu melihatmu dan memandangi blogmu..walo kadang absen ...
jiaaaaaaaaaaaaa...pis pis......rangkaian kata yang indah yang mampu membuat berpikir dan menghela nafas walo hanya sejeda.....

mmm, jadi inget lagunya Raihan :D ...

kasih manusia sering bermusim, kasih manusia tiada abadi ... :)

Yahh... hati² emang dengan mulut manis tapi berbisa... *cieee serius newww*
Manusia memang sering ingkar janji
Fyuhhh... duniaaa..

janji Tuhan... itu perlu dipenuhi janji manusia palsu lupakan saja..

waaah...gaya bahasa mba begitu tinggi !!!

Satujam saja kau telah bisa cintai dia dia dia,
Hehehe *kabuurr*

Jangan terlalu berharap banyak dengan cinta manusia, karena tidak ada cinta manusia yang murni 100%, makanya ada prioritas cinta, jangan lewatkan cinta kepada Alloh swt gara2 mencintai manusia. cintailah manusia sebagai bentuk kecintaan kepada Alloh swt

aq cuman pingin katakan, jangan terlalu percaya dengan apa yang dijanjikan manusia.

Ada saat2 dimana kita dibiarkan berdiri menghadapi ruang kosong, untuk menyadari bahwa Dia ada, dan Dia akan mengisinya dengan yang lebih baik..

Selamat pagi. (^_^) Ah, ada kupu2 yg singgah2..!!

namanya juga manusia, tiada yg sempurna makanya jangan mudah percaya pada janji palsu, gigi bisa palsu, tangan, kaki juga *tepok jidat-gak ada hubungannya yak* hehe

for all : thanks a lot buat semua komennya.. aku tersenyum waktu membacanya. Semoga diriku jadi lebih dewasa dengan semua yang terjadi dalam kisah hidupku. Do'a in ya friends

q telat ni ngasih komentnya, tpi q gak ngasih koment kok, cuman mw baca2 koment dari para sobat blogger....

Ass.wrwb
salam kenal
Menarik sekali.
Posting yang menyejukkan.
setuju sekali, janji Tuhan pasti di tepati.
Allahu akbar.
wassalam

Tuhan memang tidak pernah bikin kita patah hati.

Sekarang lagi musim menebar janji, entah kapan kan ditepati, atau hilang ditelan bumi..??

kembali ke jaman jahiliyah :

Ketika sumpah hanya lah sampah
dan janji tiada berisi

harus bisa melihat dengan mata hati ...

hanya Kasih Tuhan yang abadi dan sepasti fajar pagi hari.

ketika hati kian menepi....
menepi kemana nih?

yah..perasaan wanita memang setam pedang...
tapi...cobalah cari tahu yang sebenarnya..

Back To Top