Enam Tujuan Wisata Religi Warga Tionghoa di Kepulauan Riau

Kepulaua Riau tidak hanya memiliki wisata alamnya yang indah. Namun juga tempat-tempat ibadah yang dapat menjadi tujuan berlibur.

Disini, vihara dan kelenteng bukan hanya dikunjungi oleh umat budha dan konghucu. Masyarakat umumpun  sering datang ke tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata religi.

Arsitektur yang unik serta wilayahnya menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Berikut enam tempat ibadah umat budha dan konghucu yang menjadi tujuan wisata.

Sumber: www.panoramio.com
VIHARA AVALOKITESVARA
Tanjung pinang merupakan ibu kota dari kepulauan riau dengan penduduknya yang kebanyakan bersuku melayu dan tionghoa. Disini masyarakat dapat berbaur meskipun berbeda ethis. Ada banyak tempat wisata di Tanjung Pinang yang bisa dikunjungi seperti wisata baharinya yang terkenal baik didalam maupun luar negeri.
Tidak hanya wisata baharinya yang apik, berwisata religi di kota ini juga tidak kalah menariknya, ada masjid penyengat yang merupakan kebanggaan orang melayu,. Selain itu ada juga vihara avalokitesvara tempat ibadah umat budha terbesar di kota Tanjung Pinang.  

Vihara ini tidak hanya unik dari segi bentuk bangunan namun juga arsitekturnya yang mengkombinasikan ethis tionghoa dan melayu. Vihara ini terletak di KM 14 yang menghubungkan tanjung pinang dan tanjung uba. Setiap hari banyak orang yang berkunjung ke tempat ini untuk beribadah, namun tidak sedikit pula yang datang ingin berwisata mengenal tempat ibadah umat budha.

sumber: klikhotel.com
KELENTENG ANG NIO, ANG PAGODA NIO
Kelenteng adalah tempat ibadah warga tionghoa di Indonesia yang sering disamakan dengan penganut agama konghucu. Di beberapa daerah kelenteng disebut tokong karena bunyi suara lonceng yang dibunyikan saat upacara keagamaan.
Kelenteng Ang Nio sendiri merupakan tempat ibadah warga Tionghoa yang ada di Senggarang,Tanjung Pinang. Di dalam kelenteng ini terdapat patung Dewi Kwan Im Seribu Tangan yang merupakan ikon utama.

Banyak orang yang datang ke kelenteng ini untuk beribadah dengan aman karena warga di sini memang saling menghormati agama masing-masing. Bangunan yang berdiri sejak tahu 1790 ini masih berdiri kokoh hingga sekarang dan masih terawat dengan baik. Konon berdirinya Kelenteng Ang Nio ini sebagai symbol awal kedatangan warga Tionghoa ke Senggarang Tanjung Pinang pada tahun 1777.

sumber: ivysdiary.wordpress.com
MAHA VIHARA DUTA MAITREYA
Vihara Duta Miatreya ini berada di sungai panas, Batam, Kepri. Berdiri megah dengan luas lahan 4,5 hektar. Awal berdirinya vihara ini digagas pada tahun 1986, akan tetapi baru dapat direalisasikan pada tahun 1991. Salah satu yang menjadi ikon utama vihara ini adalah arca Budha Maitreya dan sesuai namanya maitreya artinya pesan cinta kasih semesta.
Selain arca Buddha Maitreya, di vihara ini juga terdapat arca buddha lainnya, seperti arca Buddha Gautama, Dewi Kwan Im, Satya Kalama, Amitabha, Baisajyaguru, dan lainnya. Arca tersebut tersebar di berbagai bagian vihara dengan kekhasannya masing-masing.
Lokasi yang berada disebidang tanah di sekitar kawasan bukit ini menjadi keuntungan tersendiri karena selain viharanya yang megah, pemandangan disekitarnya terbilang bagus sehingga wajar jika vihara ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestic dan luar negeri. 

sumber: awalinfo.blogspot.com
 VIHARA KSITIGARBHA BODHISATTVA
Vihara ksitigarbha ini berada di Tanjung Pinang yang secara historis berarti Arahat yaitu penganut budha yang telah mencapai kesucian spiritual tertinggi. Arsitektur bangunan yang megah ini sekilas mirip seperti vihara yang berada di Tiongkok.
 Hal ini menjadi daya Tarik tersendiri sehingga wisatawa yang berkunjung ke sini lebih banyak dari wargan budha yang ingin beribadah. Disbanding dengan vihara lainnya, vihara bodhisattva ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu seribu patung budhanya yang berada hampir disetiap ruangan dan sudut vihara.
Vihara ini berjarak 14 Km dari pusat Kota Tanjungpinang dan mengarah kebukit dan dapat  dicapai dengan kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi roda empat sekitar 20 menit. Daerahnya yang tidak terlalu ramai membuat pengunjung lebih nyaman apalagi jika membawa keluarga untuk berwisata ke vihara ini.

sumber: visitanambas.com
VIHARA GUNUNG DEWA SIANTAN
Pada setiap perayaan imlek vihara ini selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin beribadah dari berbagai daerah. Vihara Gunung Dewa Siantan memang dikenal sebagai vihara terbesar di Kota Tarempa, Anambas. Para pengurus vihara akan membersihkan seluruh patung yang ada jelang perayaan imlek.
Vihara  ini selalu ramai dikunjungi warga Tionghoa baik dari Anambas dan luar daerah. Vihara berwarna merah cerah dan kuning ini berada di sebuah tebing bebatuan dari kejauhan, bangunannya terlihat megah dan gagah, berfungsi sekaligus sebagai penghias wajah Kota Tarempa. Dari sejarah vihara ini dulunya berada di tepi pantai dengan bangunan yang sederhana dan terbuat dari kayu diperkirakan berusia 100 tahun lebih.
Menjelang perayaan tahun baru Imlek ini, sejumlah warga Tionghoa di Anambas lebih dulu melakukan sembahyang bagi leluhur. Kegiatan tersebut sudah mulai terlihat di kediaman masing-masing warga. Mulai dari mempersiapkan dan menyajikan makanan dan minuman, baik untuk di dalam rumah maupun di kelenteng.

sumber: taficarrental.blogspot.com
PATUNG DEWI KWAN IM
Patung Dewi Kwan Im setinggi 22, 37 meter dengan berat mencapai 112 ton yang berada di KTM Resort Tanjungpinggir ini merupakan salah satu patung tertinggi yang ada di Indonesia dan masuk dalam rekor MURI.
KTM Resort Tanjungpinggir sendiri sebenarnya adalah tempat penginapan namun yang menjadi keistimewaan dari resort ini adalah tempat sembahyang yang dikhususkan untuk umat konghucu sehingga selain berwisata masyarakat konghucu juga dapat beribadah didalamnya. Terletak di  kota Batam dan menghadap langsung ke Negara Singapura lebih menambah keindahan Dewi Kwan Im yang berdiri sempurna.
Konon patung Dewi Kwan I mini lebih tinggi dari  patung serupa yang ada di Pematang Siantar. Para pengunjung tidak hanya datang untuk sembahyang karena patung ini juga merupakan salah satu objek wisata di Batam yang banyak dikunjungi para wisatawan baik dari dalam negerei maupun luar negeri seperti Singapura, Malaysia serta Cina.



1 Komentar untuk "Enam Tujuan Wisata Religi Warga Tionghoa di Kepulauan Riau"

Daku kok malah ga sempet main ke vihara waktu dulu di batam yah? Huhuhu... :(

Back To Top