Bagaimana Menghargai Arti Sebuah Kehilangan

Kehilangan tidak selalu menimbulkan duka, pasti ada hikmah disebaliknya >> ini sih kalimat klise banget. Nyatanya banyak toh orang yang bersedih, ngedumel atau marah-marah ngga jelas karena kehilangan. Kehilangan yang menimbulkan berbagai rasa ini biasanya identik dengan benda apalagi benda itu sangat berharga. Benda yang dibeli dari tempat wisata mungkin, atau benda yang diberi dari pacar yang sekarang udah jadi mantan tapi tetep aja masih disimpen (salah satu penyebab kenapa payah move on itu gaes) :D.

Well, kita ngomongin soal kehilangan sebuah benda dulu ya.

Benda, kalau benda ini hilang kita tetep bisa mengganti dengan yang lain. Karenaa  kalau bentuknya masih sebuah benda lama-kelamaan tentu akan rusak, siapa yang merusaknya? aku, kamu atau mereka? atau waktu? kamu percaya ngga kalau waktu itu bisa jadi perusak yang bikin horor? harus percaya. Karena waktu itu penggilas yang memang nyata adanya. Jadi jika ada benda milikmu yang berharga dan rusak oleh waktu cobalah untuk berdamai dulu dengan waktu.

Bukan cuma kamu yang pernah mengalaminya, saya pun pernah bagaimana rasanya kehilangan sebuah benda berharga tanpa disadari atau benda itu hilang akibat kelalaian saya sendiri. Oh rasanya.... diri seperti orang bodoh yang kayaknya nggak ada bagus-bagusnya. Sejak dulu saya selalu berusaha menyegel diri saya dari rasa menyesal berkepanjangan. Yang sudah hilang, sudahlah, sepenting apapun benda itu, semahal apapun dia toh sudah hilang. Saya akan coba melihat dari sisi baiknya "Berarti Allah sudah mencukupkan saya untuk memiliki benda itu sampai disini saja". Nyeri? pasti donk... Sedih? ya iyalah... emang batu ngga punya perasaan. But, ya kembali ke pemikiran awal. Jangan terus menyesali yang sudah hilang.



Lalu bagaimana dengan kehilangan orang yang disayang atau yah.. yang pernah singgah di hati gitu. Uhuk..(sori pemirsah, tetiba saya pengen batuk) :v

Untuk urusan ini memang berkaitan erat dengan hati. Dan hati selalu jarang kompromi sama otak. Otak pengennya ceria aja, tapi hati bawaannya mewek terus. Nggak usah dilawan... kasih donk kesempatan hati untuk mewek, biarin tuh otak jutek dipojokan. Karena hidup ngga selalu harus pake logika kok, perasaan juga berperan aktif di dalamnya... ciee... perasaaan cieee... :))))

Banyak yang bilang kalau cara paling cepat merawat kehilangan yang berkaitan dengan perasaan itu adalah membuang benda-benda yang pernah dia berikan.

Sebelum benar-benar melakukan ini, coba fikir dulu. Kalau benda itu milik orang yang paling kita sayang, seperti orang tua misalnya? masak iya mau dibuang. Atau benda itu dari mantan yang ketika kita bersamanya, dia banyak memberi pencerahan gitu, mau dibuang juga. Trus pikir lagi donk... apapun benda itu ntah boneka, baju, atau jepit rambut asal masih bagus ya pake aja. Apalagi kalau benda itu berupa smartphone seharga 10 juta. Mau dibuang???? sayang atuh neng... mending kasih ke saya :)))))))

Kamu tau kan kalau waktu itu sekutu sekaligus seteru sepanjang abad kehidupan manusia. Saya ngga maksa untuk cepat-cepat berbaikan dengan waktu tapi paling tidak kasih kesempatan waktu untuk pelan-pelan memperbaiki perasaanmu yang kacau belinong itu. Biarkan dia menyelinap disela-sela mimpi burukmu, menelusup di nadi kemuramanmu untuk menemukan titik-titik lega yang berhujung bahagia dan ikhlas. Jangan melulu mendengarkan keegoan yang bersumber dari nafsu sendiri. Karena waktu tidak akan bisa kembali lagi. Jadi berdamailah.

Bukan ikhlas jika masih sakit hati
Bukan sabar jika masih mengeluh :) *Senyum Cantik



3 Komentar untuk "Bagaimana Menghargai Arti Sebuah Kehilangan"

Kalau kata Kak Rhoma:
Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga
*kemudian BAPER

Kehilangan itu emang ndak enak ya mbak.... apalagi yg pernah mengisi hati... uhuk...

Aku pernah ngalamin dua2nya hehehe... Sama-sama bikin galau dengan skala yang berbeda. Dan emang bener kudu Bisa berdamai dengan waktu bias cepet move on dan menemukan yang baru. #tsaaaaah

Back To Top