Dalam sebuah rumah tangga, tentu ada banyak masalah dan kejadian yang di alami. Namun apapun jenis masalah yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya, tinggal bagaimana kita menjalaninya. Salah satu masalah yang sering timbul dalam rumah tanggal adalah sifat suami yang kadang memancing emosi kita sebagai seorang istri. Dan sering kali berujung pada pertengkaran.
Lalu bagaimana jika kita memiliki seorang suami yang temperamentnya tinggi alias suka marah tak bertempat? Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan.
Sebagai seorang istri memiliki suami pemarah tentu bukan menjadi keinginan kita, tapi jika itu terjadi yang harus di fahami lebih dulu adalah kesiapan kita menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada pasangan.
Jangan lawan perkataan suami apalagi ketika dia sedang marah. Lebih baik jika berdiam diri dulu untuk meredakan suasana agar tidak semakin memanas. Jika kemarahan suami sudah mulai reda, barulah berbicara dengan nada lembut. Jangan sampai emosinya terpancing kembali.
Tempatkan suami lebih di atas kita, karena memang itu kodratnya seorang lelaki sebagai kepala keluarga. Ketika suami kasar, usahakan untuk tidak melakukan hal yang sama terhadap suami. Redam emosi. Suami kasar tidak akan selamanya bertindak kasar, jika Anda bersikap lembut, lama kelamaan sikap kasar yang ada pada dirinya akan berkurang.
Usahakan untuk jujur atas sikapnya yang menyakiti hati kita. Katakan pada saat suasana hati sedang tenang. Berkata jujur akan lebih baik daripada hanya memendam di dalam hati. Dengan begitu suami akan mengetahui apa yang kamu rasakan. Katakan dengan sopan dan tidak menyinggung egonya sebagai seorang suami.
Konsultasikan masalah kamu kepada pakar konsultasi keluarga, mintalah nasehat yang berguna untuk dapat menaklukan suami dengan bijaksana. Jika perlu bawa serta suami, agar dapat sama-sama menerima nasehat dari pakar koslutasi tersebut. Dengan begitu diharapkan sikap suami dapat berubah.
For: My Friend..wish u can do it.

Lalu bagaimana jika kita memiliki seorang suami yang temperamentnya tinggi alias suka marah tak bertempat? Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan.
Sebagai seorang istri memiliki suami pemarah tentu bukan menjadi keinginan kita, tapi jika itu terjadi yang harus di fahami lebih dulu adalah kesiapan kita menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada pasangan.
Jangan lawan perkataan suami apalagi ketika dia sedang marah. Lebih baik jika berdiam diri dulu untuk meredakan suasana agar tidak semakin memanas. Jika kemarahan suami sudah mulai reda, barulah berbicara dengan nada lembut. Jangan sampai emosinya terpancing kembali.
Tempatkan suami lebih di atas kita, karena memang itu kodratnya seorang lelaki sebagai kepala keluarga. Ketika suami kasar, usahakan untuk tidak melakukan hal yang sama terhadap suami. Redam emosi. Suami kasar tidak akan selamanya bertindak kasar, jika Anda bersikap lembut, lama kelamaan sikap kasar yang ada pada dirinya akan berkurang.
Usahakan untuk jujur atas sikapnya yang menyakiti hati kita. Katakan pada saat suasana hati sedang tenang. Berkata jujur akan lebih baik daripada hanya memendam di dalam hati. Dengan begitu suami akan mengetahui apa yang kamu rasakan. Katakan dengan sopan dan tidak menyinggung egonya sebagai seorang suami.
Konsultasikan masalah kamu kepada pakar konsultasi keluarga, mintalah nasehat yang berguna untuk dapat menaklukan suami dengan bijaksana. Jika perlu bawa serta suami, agar dapat sama-sama menerima nasehat dari pakar koslutasi tersebut. Dengan begitu diharapkan sikap suami dapat berubah.
For: My Friend..wish u can do it.
10 komentar:
hm......bukan pengalaman pribadi kan win?!?!?! hehehehehe
kata orang sih memang seperti itulah dalam berumah tangga, bila suami panas...istri harus berusaha adem. begitu juga sebaliknya, bila istri yang panas...suami yang mesti adem. barulah bila suasana sudah memungkinkan, saling berkomunikasi untuk cari jalan yang terbaik...
Pertamax..hehehehe *jadul mode:on*
untung ae istri aku punya suami yang sabar,,kalem,,lemah lembut,,sopan,,santun,,baik hati,,dan suka menolong..
yg pasti kalo salah satu sedang marah, ya yg lain kudu berdiam diri dulu. gak hanya utk suami, tapi juga kalo isterinya pemarah ya
ya,kalo lg berantem lebih baik menghindar aja deh,biar ga panas
senyum aja,kalo qt baik selamanya akan d kenang baik ma suami
kadang diam salah, jujur jg salah...
bagaimana klo suami sudah dilembutin, & dia sudah berjanji tdk kasar lgi tapi kenyataannya kasar terus... mungkin ada penyakit terhadap suami sperti itu????
sebenrnya sya udh nerapin yg kyk gtu, tp knp ttp aja suami sya msh nrrasa dirinya paling bener sndiri?? sya jadi ngrasa serba slah.
gimana jg klo ngadepin suami yg kelakuannyah kaya anak2.. Pemarah, tersinggungan n ngambekan. Mau stress ga tu ngadepinnyah. aku yg ngadepinnyah setiap hari hampir jera.
Post a Comment
yukkk komen disini