Kenangan Bersama Thermos



Sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah memiliki kenangan tentang termos. Waktu itu saya baru saja melahirkan putra pertama di Rumah Sakit dengan bantuan dokter. Sejak menjadi ibu banyak hal tentang cara merawat bayi yang saya pelajari, baik lewat internet ataupun bertanya pada orang tua yang sudah berpengalaman menjadi ibu jauh sebelum saya. 

Kata ibu proses merawat bayi itu susah-susah gampang. Terutama menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil. Artinya bayi tidak kedinginan dan juga kegerahan. Oleh karena itu semua perlengkapan bayi dari mulai popok, baju, celana hingga apa yang dikonsumsi bayi harus di perhatikan dengan baik supaya bayi tetap sehat. 

Memandikan bayi adalah satu hal baru yang agak sulit saya pelajari. Untungnya waku itu ada ibu saya yang menemani. Kata beliau mandikan bayi dengan air hangat-hangat kuku. Bayi tidak boleh terkena air panas karena akan mencederakan kulitnya. Untuk menjaga air tetap panas saya memilih termos sebagai tempat menyimpan air panas. 

Thermos adalah botol yang diberi dinding dalam rangkap yang dirancang khusus membentuk seperti kaca dengan bahan menghilap di bagian dalam. Sementara bagian luar terbuat dari bahan yang berbeda, ada yang dari bahan alumunium, logam dan plastik. Termos digunakan untuk menyimpan cairan agar suhu panasnya tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama. Guna termos menjadi sangat penting mengingat bayi harus dimandikan dua kali sehari pagi dan sore. 

Begitulah, ketika waktu mandi menjelang saya sibuk mengatur suhu air, antara air panas dari termos dan air dingin. Untuk mengatur suhu air tidaklah sulit, masukkan jari tangan ke dalam air, rasakan apakah air sudah dalam suhu yang tepat yaitu hangat-hangat kuku. Setelah air selesai barulah perlengkapan mandi di susun agar memudahkan untuk memandikan bayi. 

Untuk diketahui, bayi tidak boleh terlalu lama di dalam air, cukup mandikan bayi beberapa menit saja lalu lilitkan handuk untuk menjaga suhu tubuh bayi agat tidak kedinginan.

Nah, pengalaman buruk saya terjadi ketika saya sedang memandikan bayi.  Pagi itu setelah bayi bangun tidur, saya segera menyiapkan peralatan untuk mandinya termasuk mengambil air panas. Termos dari dapur saya ambil dan di bawa ke kamar. Entah apa  yang terjadi tiba-tiba ketika saya mengangkat termos untuk menuangkan airnya ke dalam ember tiba-tiba termos meledak dan berhamburanlah kepingan kaca yang menjadi pelapis dalam dari termos itu. 

Kontan saya panik dan berteriak meminta tolong tetangga untuk membantu saya. Beruntungnya saya kala itu bayi masih  di atas tempat tidur dan baju belum sempat dibuka jadi bayi dalam kondisi aman. Hanya saja pecahan kaca berhamburan di kamar sampai susah dikutip karena sebagian masuk dalam bawah kolong tempat tidur. 

Secepatnya saya membersihkan pecahan kaca dan ketika diteliti ternyata air panas yang berada dalam termos memiliki tekanan yang kuat sehingga termos meledak ketika saya tidak hati-hati meletakkan termos pelan-pelan dan di tempat yang datar. Kalor dalam air panas yang tertahan di dalam termos tadi menimbulkan tekanan yang tinggi sehingga rentan dan mudah meledak.  

Karena kejadian tersebut membuat saya penasaran tentang benda bernama termos ini dan tentu saja mencari termos dengan kualitas yang lebih baik.

Tips memilih thermos yaitu:

Pilihlah thermos yang di dalamnya berbahan kaca hampa udara karena dapat mempertahankan suhu air lebih lama dari bahan lain.

Hindari membeli thermos yang di dalamnya berbahan logam atau plastik karena tidak dapat mempertahankan suhu air.

Pilih thermos dengan tutup yang sangat rapat sehingga uap air tidak keluar.

Pilih thermos dengan kualitas yang baik misalnya dengan mengunjungi di website www.thermos.co.id.

www.thermos.co.id menjual berbagai jenis termos dengan kualitas bahan terbaik dengan bermacam-macam kegunaan. Misalnya termos air panas, air dingin, termos nasi, lauk dan lain-lain. Di sini kamu akan mendapatkan jenis termos yang sesuai dengan keinginan dan tentunya dengan harga terjangkau.

0 Komentar untuk "Kenangan Bersama Thermos"
Back To Top