2010-06-20

Pemilihan Kepala Daerah kota Medan


Sabtu kemarin tanggal 19 Juni 2010, Medan, kota tempat aku dilahirkan mengadakan pemilihan Kepada Daerah, ada dua calon yang bersaing ketat untuk menduduki jabatan sebagai Walikota Medan yaitu, Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin dari Partai Demokrat dan Partai Golkar, serta pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Sehingga pada hari sabtu kemarin banyak Perusahaan yang meliburkan pekerjanya untuk bisa memilih satu dari dua pasangan tersebut. Tapi perusahaan tempat aku bekerja malah gak libur :(. Padahal aku dan teman-teman lainnya sudah menantikan hari itu, bukan karena ingin ikut memilih tapi karena pengen melewati weekend :).

Lagian menurut informasi yang aku dapat banyak warga kota Medan yang tidak ikut memilih a.k.a golput, dengan alasan yah kota Medan toh gak berubah biarpun sudah ganti-ganti pemimpin :( Jalanan tetep macet, kota keliatan kotor, kejahatan dimana-mana, taraf ekonomi juga tidak membaik malah semakin parah. Mungkin ini yang menyebabkan Pemilihan Kepala Daerah kemarin tidak memperoleh hasil yang maksimal, keputusan tentang siapa yang akan menjadi pengganti Syamsul Arifin (walikota Medan saat ini)masih simpang siur. Kota Medan ini dibagi atas 21 kecamatan yaitu:

* Medan Tuntungan
* Medan Johor
* Medan Amplas
* Medan Denai
* Medan Area
* Medan Kota
* Medan Maimun
* Medan Polonia
* Medan Baru
* Medan Selayang
* Medan Sunggal
* Medan Helvetia
* Medan Petisah
* Medan Barat
* Medan Timur
* Medan Perjuangan
* Medan Tembung
* Medan Deli
* Medan Labuhan
* Medan Marelan
* Medan Belawan

Menurut informasi yang aku baca, puluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Helvetia, Medan Selayang, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Johor, Medan Timur, Medan Area dan Medan Timur, malah yang belum menerima formulir C6. Jadi peluang menjadi golput makin besar dan warga kelihatan makin tidak perduli tentang siapa yang bakal memimpin kota Medan selajutnya.

Pendapatku, Kota Medan tetap harus memiliki seorang pemimpin, sebab jangankan sebuah kota, kelas yang kecil saja memiliki seorang ketua kelas apalagi kota medan yang memiliki Luas wilayah 265,10 km² dengan kepadatan penduduk lebih dari 2 juta jiwa tentu lebih membutuhkan seorang pemimpin.

Sebagai sebagian dari warga kota Medan, aku berharap agar walikota yang terpilih dapat memimpin kota Medan secara maksimal sesuai dengan janji yang di nyatakan ketika berkampanye. Sedikit pesimis tapi mudah-mudahan kota Medan lebih baik dari hari kemarin.

Pemilihan Kepala Daerah kota Medan
Post by Dwina.Net 5 on 2010-06-20

33 komentar:

aryadevi said...

yep situasi kurang lebih sama aja disetiap daerah...pembagian pembangunan belum merata sepenuhnya, jadi membuat masyarakat apatis dengan pemerintahan

inuel said...

semoga yang terbaik dan bijaksanalah pemimpin kota medan, gimana kalo Om atta aja ahaha

inge / cyber dreamer said...

semoga yang terpilih adalah pemimpin yang mementingkan rakyatnya ^^
sehingga semua yang dilakukan untuk rakyatnya ^^

aishi lely said...

so..dirimu pilih yg mana nih di pilkada.. ^^

Laksamana Embun said...

Semoga yng terpilih bukan hanya yang baik tapi yang terbaik dari yang terbaik...

saidiblogger said...

semoga tempat aku tinggal ini bisa mendapat pemimpin yang terbaik,, :D

Zippy said...

Siapapun walikota yang terpilih, semoga membawa kota Medan menjadi lebih baik.
Terlebih lagi, yang kalah jangan melakukan tindak anarkis.

Dunia Hape said...

Kalo di Papua, gak tau kapan pemilukadanya, cuma yang pasti dalam waktu deket ini, hehehe...
Semoga tambah sukses yah kota Medannya :)

Sudino Dinoe said...

Semoga pilkada di medan berjalan lancar ya mbak, dan dapat pemimpin yang akan membawa medan lebih sejahtera lagi

itempoeti said...

semoga berlangsung aman dan damai tanpa money politics.

Noor's blog (inside of me ) said...

Jangan terlalu pesimislah, dengan partisipasi masyarakatnya moga2 saja kedepannya Medan akan jauh lebih...

Salam hangat &sehat selalu..

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, sip deh..

Anazkia said...

lho, Mbak Wina golput juga?... :D

PakOsu said...

Ingat Medan ingat jargon ini: INI MEDAN BUNG!
Keren juga nama kecamatannya memakai nama kota Medan dulu baru diikuti nama belakang. Ini satu satunya di Indonesia. BW, salam kenal. Sukses.

aryadevi said...

maaf bintang,...mm, anda mas atau mba?

imtikhan said...

jangan salah pilih lho
terima kasih

windflowers said...

semoga harapanmu dan harapan kita semua terkabul...have a great day..^_^

ntiem's said...

ya mudah2an dengan kepemimpinan yang baru kota medan lebih maju...

ohh yaa mbak linknya udah aku pasang tuh nama'y Bintang Air bner kan?? di tunggu link backnya!!!

Arif Chasan said...

yoyoi tuh......
amin aja dech sama doa-doanya,,,

oya link'y udah saya pasang... silahkan dicek..
link saya belum di pasang ya?.. ^_^

joe said...

hm, semoga dapat memilih yang terbaik ...

Corat - Coret [Ria Nugroho] said...

wina pilih aku aja yah hihihihi

firdaus said...

saya bukan anti otoda, tapi selama ini hasil dari pilkada klw gak kerusuhan, menghambur2kan uang ya money politik di tingkat daerah, sementara nasib rakyat gak juga berubah... :( btw link blog ini sudah terpasang di blog saya lho ( menanggapi tukeran link ^^ )

richoyul said...

aku sering golput klo ada pemilihan, ntah pilkada, pemilu dll..... tapi klo pemilihan ce cantik ga golput mesti hahah

Eysa said...

Eysa mengamini saja ya Mbak...
Moga Medan selalu terdepan... ^_^

PRofijo said...

Siapapun yang terpilih semoga amanah....

achen said...

trus yang menang siapa neh mbak.. :-)

بوويل said...

Moga Medan tambah jaya ya.. :-)

jack said...

sama-sama orang Medan donk kita...
Rahudman, rekam jejaknya gimana sih...

deadyrizky said...

sayang banget
padahal Medan termasuk kota metropolitan ya:(

catatan kecilku said...

Semoga walikota yg terpilih dpt memajukan Medan mbak. Amin..

the others.. said...

Sayang sekali sebenarnya jika banyak yg golput..

Susan Noerina (Zulfadhli's Family) said...

Tetap berdoa yah Mba supaya Medan mendapatkan pemimpin yang amanah serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Amien :-)

eka said...

Golput, makin jadi pilihan. Tanya kenapa?

Post a Comment

yukkk komen disini