Setengah dari Kesadaran dan Egoku

Yah, harus aku akui kalau selama ini aku memang sering menghindar darinya. Padahal setiap hari kami bertemu. Entah kenapa aku sendiri gak ngerti maunya aku. Padahal aku yang punya body, aku yang punya hati, dan aku yang punya otak masih bisa mikir, kalau yang aku lakukan ini kurang tepat. Bukan begini caranya menarik dia kembali kepada ku dan orang-orang terdekatku.

Ego. Aku juga mengakui kalau sifat itu lengket dan enggan hengkang dari diriku. Aku yang selalu ingin semua berjalan seperti dulu. Padahal kenyataan sudah jelas-jelas terbentang di depan mata bahwa semua yang terjadi tidak akan bisa kembali seperti waktu dulu.

Makin hari aku semakin jauh dan terus menjauh, ada jurang yang kami ciptakan bersama dan kami sama-sama nahan gengsi untuk tidak mau memendekkan atau mungkin mengubur jurang itu. Sebenarnya aku gak mau semua ini berlarut-larut. Salah satu diantara kami harus mengalah, dan kalau yang mengalah itu harus aku, aku akan lakukan. Aku gak mau terus-terusan ditekan oleh rasa marah dan benci yang makin mengkristal.

Kemudian aku coba sharing dengan temanku, tentang diriku, tentang perasaanku, tanpa banyak kata dia langsung mengirimkan jawaban yang benar-benar menokok kesadaranku..

"Kau tidak boleh berhitung"

"Fikir, akal dan hatimu harus lebih luas"

"Jika semua kau perhitungkan maka kau gak akan menemukan apa yang kau cari"

"Tanyalah hatimu sendiri, apa sebenarnya yang kau inginkan?"

Fyuhh.... Benar. Aku memang masih perhitungan, aku masih belum ikhlas, aku masih memaksa masa lalu yang indah itu datang lagi saat ini.

Ikhlas, sebuah kata yang mudah diucapkan tapi tidak untuk dilakukan.

Teman, katakan padaku, bagaimana caranya agar aku ikhlas memaafkan kesalahan seseorang yang begitu dekat denganku?
Tag : uneg-uneg
29 Komentar untuk "Setengah dari Kesadaran dan Egoku"

bahwa mungkin kitapun pernah atau setidaknya juga bisa melakukan kesalahan yang sama
hanya saja saat ini, Allah menunjuk kita untuk berada dalam posisi yang harus memaafkan

jangan bilang nggak akan melakukan kesalahan itu, tapi semoga tak melakukan kesalahan itu
karena g ada yg tau ttg esok, ya kan?

Tuhan aja maha Pemaaf apalagi kita

makhluk yang lemah maka kita juga harus pemaaf

membaca catatan mu pagi ini seolah membuka lembaran terdalam dr bilik hatiku.....!!!

@mbak senja: duh maaf mbak kalau tulisan ku membuka kembali lembaran hatimu yang terdalam. sumpe mbak ini emang keluar dari hati saya, sesuai dengan apa yang saya rasakan selama ini

tergantung jenis kesalahannya apa...
mungkin lebih baik berdoa dulu, agar hati tenang dan jangan ketemu dulu dg ybs.

sulit memang untuk memaafkan, apalagi kita selalu punya harapan agar semuanya bisa kembali seperti dulu (walau tau itu ga mungkin). bangkitkan kenangan akan kebaikan orang yang telah membuat kita marah. pasti ada sisi baik dari orang tersebut.. dan ingat2lah kebaikannya terhadapa kita

mencoba melupakan saja apa kesalahannya, semua datang dari hati keiklashan mah ^____^

ya ampun,,,
sama ne alur ceritanya

lebih mulia memaafkan dari pada kita yang harus meminta maaf...ketulusan semestinya tetap menjadi sebuah jiwa...semangat ya...have a great day..^_^

Hm.......
low emng gak bisa memaafkan,,, ya udah jg maksain diri..

seperti paku yang dicabut dari kayu, meski sudah tidak tertancap lagi tapi bekasnya masih ada.. seperti itukan keadaanya?..

so, itu bukan kesalahan kamu, buat gak bisa maafin dia yang udah nyakitin km..

tp, saran saya, "kamu adalah hatimu", jika hatimu kayu, ya seperti itulah km...
tp, jika hatimu air jernih yg mengalir.. maka kesalahan2 orang lain atau bekas2 luka yang ditinggalkan orang lain dihatimu, akan hanyut bergitu saja n gak kan da 1 orangpun yang dirugikan....

sory kepanjangan... he.. ^_^
moga aja nyampe maksudnya....
^_^ ^_^

pernah kentut? kentut adalah salah satu pelajaran untuk ikhlas. biarlah orang yang mendapatkan kentut yg memberikan reaksi kepada kita dan menunjukkan kepada kita betapa ikhlasnya kita melepas kentut itu.. hehe

berdoa
berikan yang terbaik
moga dapat pahala

Memaafkan memang tak mudah... tapi jika kita berhasil melakukannya emang terasa ringan di hati.

Ego.. seringkali juga menguasai hatiku, tapi jika dibiarkan terus menerus akan mengganggu juga ya mbak.

untuk bisa iklas jawabannya hanya kamu yg tahu.. orang lain hanya bisa memberi saran ... tapi sejatinya kamu dan Tuhan yang paling tahu apa yg harus dilakukan..

untuk bisa iklas jawabannya hanya kamu yg tahu.. orang lain hanya bisa memberi saran ... tapi sejatinya kamu dan Tuhan yang paling tahu apa yg harus dilakukan..

memang sulit utk ikhlas memaafkan, cobalah tuk "memaklumi" dulu kesalahannya gak perlu memaksakan diri tuk memaafkan karena melupakan kesalahan "fatal" seseorang itu tidak mungkin :)

lupakan saja keslahan orang terdekatmu..
meskipun itu sulit tp cepat atau lambat akan menghilang...

yah kalau nanya ama adik ipar si, bawa pentungan ajah :D *jawaban adik yang dodol* huihihihih...

Kalau adik ipar sih, mending tanya ama hati terkecil, InsyaALlah di sana ada jawabannya :) kalau adik ipar menyarankan, takutnya malaha dik ipar ini cakap tak serupa buat. :)

Ingatlah kebaikan dan kebahagian yang Mbak rsakan sama bliau... Insya Allah Ikhlas akan muncul dengan sendirinya,, :)

yap ikhlas tuh mang susah, biar bisa memaafkan ya lihat kedepan aja jangan nengok masa lalu.... jangan jalan mundur terus biar cepet sampe tujuan :)

Ya mungkin dengan memahami kalo mausia itu serba terbatas dan terikat dengan yang Maha 'atas'..

Memang memaafkan sulit ya mbak, apalagi raa sakit itu dtang dari teman yang begitu karib, namun bila berhasil, pertemanannnya tentu semakin bisa saling memahami dan tambah akrab. Mungkin brarti cara bisa memaafkannya dengan melihat keuntungan itu Mbak...

Menurut saya mbak, segalanya bisa dimulai dari hati untuk ikhlas memaafkan dan mulai belajar arti perbedaan utk menciptakan persatuan..

klo susah tuk memaafkan, maka lupakan....anggap tak pernah terjadi....

Eysa pun sulit memaafkan kalo begini, apalagi melupakan... hiks

susah dilakukan tapi mesti selalu dicoba kan mbak untuk ikhlas :))

Back To Top