2011-01-21

Kontruksi Fondasi Cakar Ayam

Ketika membangun gedung, jalan-jalan dan landasan pesawat terbang selalu dijumpai dengan kondisi tanah yang menyulitkan pembangunan. salah satu permasalahanny mengenai kelunakannya. Untuk menangani hal ini dibutuhkan suatu metode khusus. Sebab tanpa metode khusus, niscaya pembangunan tidak dapat dilakukan.

Berawal dari melihat nyiur yang melambai dan meliuk seperti ingin rebah ke tanah tapi dapat berdiri kokoh di pinggir pantai membuat Ir. Sedijatmo mampu memecahkan masalah ini dengan teknik penemuannya yang bernama Fondasi Cakar Ayam. Wujudnya berupa suatu lempengan beton bertulang (tebal antara 10 dan 15 cm) yang “mengapung” di atas tanah lembek. Agar lempengan beton tidak menukik dan tetap kaku bila diberi beban, dibawahnya “bergantungan” sejumlah pipa beton bertulang (berdiameter 50 cm dan masing-masing berjarak 1-1,5 meter) yang secara monolitik menyatu dengan lempengan beton tadi. Rangkaian pipa ini memanfaatkan tekanan pasif tanah lembek, terutama yang lateral (menyamping hingga tetap vertikal).

Fondasi cakar ayam temuan Ir. Sedijatmo ini pertama kali diterapkan pada proyek pembangunan tower listrik tegangan tinggi yang dipimpinnya kala itu. Kemudian disusul dengan pembangunan Bandara Juanda Surabaya, Bandara Polonia Medan dan yang paling monumental adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dari 1.800 hektar (18 km persegi)pengerasan lahan disana, 120 hektar diantaranya memanfaatkan teknologi cakar ayam.

Kemudian fondasi cakar ayam ini mendapatkan paten dari pelbagai negara yaitu: Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Belanda, Denmark dan Jerman. Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan tol di Bandara Soekarno-Hatta hingga kini.

6 comments:

  1. wah kalo saya malah tulisan saya tuh yg dibilang cakar ayam.......perlu minta paten juga gak yah?!?!?! hehehehehehe

    ReplyDelete
  2. Haluuuuwww Mba Wna, apa kabar neh? Sehat kan? Duh mangap banget yah baru mampir ksini. Setelah inet diblokir ampir 3 minggu, pas udah mulai normal lagi, gw memulai aktivitas rumpi2 ke rumah tetangga. Itupun dicicil boo secara ekye lagi dilanda mabok tingkat tinggi

    Wah berarti kalo rumah mah ga perlu pake fondasi cakar ayam yaaa??

    Btw mo ngasih tau ada lomba kecil2an neh di blog keluargazulfadhli. Sok monggo Mbakyu kalo mo berpartisi-sapi. Ditunggu loh supaya lebih menramaikan suasana :-)

    Wokeh deh, sekian dulu kunjungannya yaaaa. Kiss kiss dari Zahia. Katanya Aunty Wina hari ini masak apa????

    ReplyDelete
  3. Baca judulnya jd penasaran. Setelah dibaca, begitu ceritanya. mungkin krn efe kata "cakar ayam" ya win. udah lama gak mampir disini. pkbr, win?

    ReplyDelete
  4. Makasih sudah berbagi info tentang kontruksi cakar ayam...

    ReplyDelete
  5. Info yang menarik seputar teknologi kontruksi cakar ayam.

    ReplyDelete
  6. kadang ada tulisan orang yg disebut dg cakar ayam x_x
    sangking ga rapinya hhahah

    ReplyDelete

yukkk komen disini