VIRUS HEPATITIS dan Metode Penentu Genotipe

Dalam meneliti virus Hepatitis dunia kedokteran menggunakan metode penelitian dengan nama PCR-RFLP (restriction fragment length polymorphism). Metodenya adalah mencari polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) di daerah Pre-S2 dalan DNA virus hepatitis B. Metode ini tidak muncul dengan sendirinya tapi ditemukan oleh seorang bu dokter yang cantik bernama Neny Nurainy.

Metode PCR-RFLP akan dipakai menggantikan metode yang selama ini digunakan, yaitu pengurutan seluruh genom atau daerah gen S yang lebih panjang, lama, dan mahal. Metode ini hanya membutuhkan sekali pengurutan sebab daerah Pre-S2 pendek hanya 165 nukleotida.

Padahal metode konvensional dibutuhkan pengurutan setidaknya tujuh kali.
Metode yang ditemukan dokter cantik ini sangat membantu para dokter dalam mendiagnosis penderita hepatitis karena lebih spesifik dan betul-betul memberikan serangan penghancur terhadap virus.


Pasien pun sangat terbantu dalam menentukan terapi apa yang paling tepat bagi diagnosis penyembuhan penyakit hepatitisnya, selain itu dengan metode yang tepat hepatitis akan dapat terdeteksi sejak dini sebelum berubah menjadi kanker hati akut.
Namun seperti yang kita ketahui bersama, biaya perawatan rumah sakit khususnya di Indonesia tidak bisa dibilang murah, apalagi untuk jenis penyakit yang berbahaya seperti hepatitis, kanker, HIV dan sebagainya. Inilah yang menjadi polemik bagi masyarakat apalagi golongan menengah kebawah seperti saya, sedangkan siapapun orangnya pasti ingin mendapat perawatan yang intens bila terserang penyakit.
Tag : artikel
5 Komentar untuk "VIRUS HEPATITIS dan Metode Penentu Genotipe"

waduh.......wina gak sakit kan?!?!?!?

yah semoga dikaruniai kesehatan selalu!?!?!?

Apakah penemuan ini sudah lm ditemukan? dan telah diterapkan? karena sepupu saya bln dec'10 kemarin tidak tertolong karena sakit hepatitis b.

Wah...sebenarnya saya kurang mengerti istilah2 kedokteran tapi mudah2an saja metode yang ditemukan juga berimbas pada menurunnya biaya pengobatan agar bisa terjangkau oleh kalangan menengah kebawah seperti saya juga....

Salam hangat & sehat selalu...

Back To Top