Tanamlah, dan terima Hasilnya

Seorang anak lelaki sedang di suruh ayahnya membaca. Sudah hampir sejam sang ayah menyuruhnya tapi nampaknya si anak tetap tidak bisa membaca.

Ayah : "Edi, baca tulisan ini"
Edi diam tak berkutik hanya matanya saja yang berkedip-kedip seperti orang kebingungan.

Ayah: "Edi! kamu ini di suruh membaca kok malah diam. Ayo baca!"
Edi tersentak mendengar suara ayahnya yang kuat menerjang gendang telinganya tanpa permisi. Dengan takut Edi menggeleng tanda kalau dia memang tidak mengerti huruf-huruf yang terpampang dalam buku yang terbuka di hadapannya.

Ayahnya yang sudah hampir kehilangan kesabaran itu memarahi Edi.
"Dasar anak bodoh! disuruh membaca malah geleng-geleng seperti orang teleng, kamu ini buta ya, ayah suruh membaca tulisan ini kenapa kamu malah melihat ayah!"
dengan suara pelan Edi menjawab.
" Maaf Yah, bukannya Edi tidak mau membaca. Tapi, Edi memang tidak tau membaca. Ayah tidak pernah mengajarkan Edi membaca, dan setahu Edi, tidak pernah sekalipun Edi mendengar ayah membaca. Kalau Edi boleh bertanya, apa ayah bisa membaca tulisan ini?"

Ayahnya terdiam dan mengakui dalam hati bahwa apa yang dikatakan anaknya adalah benar bahwa dia memang tidak pernah mengajarkan anaknya membaca. Dia ingin anaknya pandai dengan sendirinya tanpa bimbingan dan perhatiannya. Dia lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan dan sebagai orang tua seharusnya memberikan contoh tauladan yang baik untuk anak-anaknya.

Dengan wajah malu sang ayah coba membaca tulisan dalam buku itu. Di situ tertulis

"SIAPA YANG MENANAM, DIA YANG AKAN MENUAI HASILNYA"



Tag : iseng
65 Komentar untuk "Tanamlah, dan terima Hasilnya"

Sepertinya Petromax deh ya mbak?

Wedew, mo komen ga yah...
Takut bapaknya mba dwina nggalakin...

" setuju mba, kalo kita yang nanem, trus mereka yang ngambil, itu maliiiiinngggg...........

Jangan2 yg nulìs p0sting juga ga bisa baca.

@chuanx. Aq juga takut dimarahi ma bapaknya mba dwina, soalnya kan mba dwina . . . . .
hehe

harus donk! siapa yg berbuat dia yg harus nanggung akibatnya, baik ataupun buruknya..

mbak,, pamit dulu yah, mau hiatus

babay!

Assalamualaikum adik..
Singkat,padat, berisi dan mengenak sekaligus mengagumkan.
Memang,kita terkadang pandai menyuruh orang lain tetapi kita sendiri belum bisa melakukannya. Itu merupakan potret, orang tua manapun sangat menginginkan bahwa anaknya lebih pandai dari orang tuanya.
Menarik dan menambah pengalaman.
wassalamualaikum

Setujuuuuuu :), ayo siapa yang mau menanam yang pahit2 ??? :D

hahaha...
kasian amat si bapak..
seharusnya ingat dong untuk menyekolahkan anaknya,,
sekarang kan sekolah pada gratis!!

yuup betul.....!
Orang tua mesti rajin, kalau anaknya pingin rajin

Postingan menarik... Makanya, anak itu harus diajarin yang bener. Hehehehe... Mudah-mudahan aku gak alpa untuk selalu membimbing kedua anakku. Thx udah ngingetin ya, Win..

Setuju ama yg lain...

Singkat dan mengena....^_^

siapa yang menanam padi, akan mendapat berasnya

Lucu bapaknya, wong belum mengajari anaknya baca disuruh baca :)

Sama memberikan pekerjaan ke orang yang bukan ahlinya, g ada hasilnya ya Sob? Yang diberi kerjaan cuma bengong :)

Mba, terima kasih buat pertemanannya...
Ada award buat mba...
( diambil mau? )

wajaar saja kalau emosional itu selalu mengiri diri manusi

Kadang memang secara tidak kita sadari perilaku kita sebagai orang tua ditiru oleh anak-anak, kalau orang tua yang suka mengunmpat didepan anaknya, anaknya akan mengumpat juga.

Yang mingkem nyuruh yang laen mangap!
Yang mangap nyuruh yang laen mingkem!
Konslet betuLLL!!!

Sopo nandur bakan ngunduh....Jarene simbah....

Hehehe... postingannya mengandung sindiran gini...

Siapa yg menabur dia akan menuai.
Taburlah kebaikan maka kelak kan kau petik pula kebaikan.

Oow..kacian s'edi!! Ini cerita beneran atau hanya teguran saja bagi kita semua neng??

Aku berharap,,kita harus menyadari kalo "buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya"hehe

sindirannya mengena banget tuh, duh malunya

Ternyata menjadi seorang Bapak itu susah yaa, tenyata menjadi seorang pemimpin juga susah...

Keteladanan sangat diperlukan dalam mendidik anak. Ayo jadilah Bapak dan Ibu (juga calon bapak dan calon ibu) yang bisa dijadikan teladan buat anak kita (juga calon anak)

Wueh inspirasi yg keren.. emang sih kadangkala kita lebih sering menyalahkan orang.. karena kesalahan yang (mungkin) kita buat sendiri..

Nice article sis... thanks !

ass.
dwi, tu si Bapak suruh ikut program keaksaraan fungsional (khusus untuk yang buta huruf), meski sudah berumurlanjut tetapi bisa tetap ikut program tsb. kumpul sama orang-orang yang buta huruf lainnya. tahun 2010 Indoensia harus bebas buta huruf lho..
wassalam

wah.. sibapak langsung keder donk disentil anaknya..

tapi tidak semua ayah begitu kok, heeh

Klo mau belajar,,berusaha dan berdoa pasti kita akan menuai hasilnya,, gtu yah mbak..

Kena bgt tuh keyword nya mbk! Bukan d google tp d hti ayah edi. Hehehe

Setuju Win, siapa yang menanam dia yang menuai hasilnya. Kita akan menuai hasil sesuai dengan apa yang kita tanam

filosofi siapa menanam dia yang menuai hasil emang udh melegenda....

so ntar klo kita jadi ortu harus inget tuh filosofi

huhuuhu...siip kena bgt tuh, tp tp bkn bwt aku pastinya,he...

"SIAPA YANG MENANAM, DIA YANG AKAN MENUAI HASILNYA". kata2 ini menjadi sangat lucu dan agak ngeres. Tapi bagi siapapun yang ingin belajar tentang "harga" sebuah tindakan, maka tulisan dalam buku itu menjadi begitu positip.dengan artian lain, siapa yang menanam kebaikan, dia akan menuai kebahagaiaan. Dan xxx...xxxxxx.Slm kangen wina....

itu artinya dalam hidup ga ada yg instan. Kalo ga menanam, ya jgn pengen dpt hasil dong!

Benar..siapa yg menam dia yang menuainya mantap ..pencerahnya..salam persahabatan...

Filosofi yang hasil akhirnya adalah: KAPOK DAH GUA!!!

Duuuuh anak titipan tuhan ya mbak...
ngeri dah kalo inget ini...
semoga kita bisa membimbing anak2 kita ntar ya....

Pencerahan untuk orangtua seperti saya, yang seharusnya sebelum menyuruh sesuatu kepada sang anak, maka terlebih dahulu kita harus memberikan contoh. Nice post.

Ingat kalao kita menanam padi pasti rumput akan ikut tumbuh juga disela-selanya
Tapi jika kita tanam rupmut jangan harapkan dan tidak akan pernah tumbuh padi

Sepertinya saya blm komentar ya...

Lha wong, gak prnh menyekolahkan anaknya koq, nyuruh2 mbaca.

heheehhehe....
iya neh, soalnya waktu minta di postingan nggak pake link sih....mav ya ngoment lagi...

singkat, padat dan sarat makna..!
Nice posting :)

jadi keinget anak sendiri dwi..falsafah itu mmng harus kita punyai sebagai orangtua..^_^

wah dah rame neh pasti cepet naik neh
ah masa nyari nama aku ga ada mbak paling di hapus kali
sewlama malam aja ya mbak

@ kisah dua orang gila : Win, yang penting itu sebenarnya keyakinan bahwa segala sesuatu itu merti ada hikmahnya. Allah selalu punya rahasia dan caranya sendiri.

wah, dah bisa jadi ibu yang tauladan donk..

hem...
walau tulisan ini mudah dicerna...
tapi, terus terang saja, saya sulit menemukan maksudnya..

salam,
hesra

doh kebangetan tu si bapak, meskipun ia sudah mengajari bapak sekalipun. tapi cara menyuru baca yang kelewatan. mbok ya disuruh dengan cara-cara yang baik. kelak si anak manut juga.

-eros-

btw ini pengalaman pertama ya
ngayooooo ngakuuu

-eros--

ah, ikutan nongkrong di tempat mba dwina ah :D, bagi jeruknya donk ...

wow ..nice posting.
Setuju sekali.
Tanam padi tumbuh padi
tanam rumput tumbuh rumput
ngak ada yang ketukar kok
semua itu hukum besi semesta

waduh, dalem sekalih... kirain si ayah juga gak bisa ngebaca hihihihi...

btw salam kenal :)

Anak mrupakan amanat dari Alloh swt.
kita seharusnya menjaganya,mrawat n membimbingnya. cos kelak di akhirat sang anak akan minta pertanggungjwb dari org tuanya.
apabila sang anak sewaktu hidup di dunia, tdk pernah di ajari sholat oleh ortunya maka sang ank akan menuntut,utk ortu nya msuk neraka bersamaan dgan ortunya.
klo gw ci.... blom pernah jdi ortu,pling ngga kita hrus bener2 tau gmana cara mendidik anak yg baik. jdi kelak klo kita dah jdi ortu
pling ngga kita dah memahami gmana menjadi tauladan bgi ank2 kita kelak..
makasih bnyak dah mampir ke gubuk yg sederhana ni...

ku datang membawa satu point neh jangan lupa balas budi ya.
hi.....

mudah2han kita bukan termasuk si Edi ataupun Ayahnya. hemmm...goody post

Waduh....Parah tuh Si edi gak bisa baca tulisan di buku, mungkin edy yg lain bisa baca artikel menarik di blog ini hahahahaha

salam kenal

bener juga yaaah,.... kadang kita terlalu menuntut tanpa mikir apakah kita pernah memberi.....

Siapa menanam dia menuai hasilnya ya mbak? salam kenal dariku.

Win..... kupu-kupunya aku tangkep ya?
Aku bawa pulang sbagai pengobat rinduku sama yg punya. xixixixi......

Back To Top