2009-05-18

Tanamlah, dan terima Hasilnya

Seorang anak lelaki sedang di suruh ayahnya membaca. Sudah hampir sejam sang ayah menyuruhnya tapi nampaknya si anak tetap tidak bisa membaca.

Ayah : "Edi, baca tulisan ini"
Edi diam tak berkutik hanya matanya saja yang berkedip-kedip seperti orang kebingungan.

Ayah: "Edi! kamu ini di suruh membaca kok malah diam. Ayo baca!"
Edi tersentak mendengar suara ayahnya yang kuat menerjang gendang telinganya tanpa permisi. Dengan takut Edi menggeleng tanda kalau dia memang tidak mengerti huruf-huruf yang terpampang dalam buku yang terbuka di hadapannya.

Ayahnya yang sudah hampir kehilangan kesabaran itu memarahi Edi.
"Dasar anak bodoh! disuruh membaca malah geleng-geleng seperti orang teleng, kamu ini buta ya, ayah suruh membaca tulisan ini kenapa kamu malah melihat ayah!"
dengan suara pelan Edi menjawab.
" Maaf Yah, bukannya Edi tidak mau membaca. Tapi, Edi memang tidak tau membaca. Ayah tidak pernah mengajarkan Edi membaca, dan setahu Edi, tidak pernah sekalipun Edi mendengar ayah membaca. Kalau Edi boleh bertanya, apa ayah bisa membaca tulisan ini?"

Ayahnya terdiam dan mengakui dalam hati bahwa apa yang dikatakan anaknya adalah benar bahwa dia memang tidak pernah mengajarkan anaknya membaca. Dia ingin anaknya pandai dengan sendirinya tanpa bimbingan dan perhatiannya. Dia lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan dan sebagai orang tua seharusnya memberikan contoh tauladan yang baik untuk anak-anaknya.

Dengan wajah malu sang ayah coba membaca tulisan dalam buku itu. Di situ tertulis

"SIAPA YANG MENANAM, DIA YANG AKAN MENUAI HASILNYA"



Tanamlah, dan terima Hasilnya
Post by Dwina.Net 5 on 2009-05-18

65 komentar:

beat2ws said...

Singkat dan mengena.

beat2ws said...

Sepertinya Petromax deh ya mbak?

Chuanx said...

Wedew, mo komen ga yah...
Takut bapaknya mba dwina nggalakin...

" setuju mba, kalo kita yang nanem, trus mereka yang ngambil, itu maliiiiinngggg...........

beat2ws said...

Jangan2 yg nulìs p0sting juga ga bisa baca.

beat2ws said...

@chuanx. Aq juga takut dimarahi ma bapaknya mba dwina, soalnya kan mba dwina . . . . .
hehe

♥ Neng Aia ♥ said...

harus donk! siapa yg berbuat dia yg harus nanggung akibatnya, baik ataupun buruknya..

mbak,, pamit dulu yah, mau hiatus

babay!

Busrithaha said...

Assalamualaikum adik..
Singkat,padat, berisi dan mengenak sekaligus mengagumkan.
Memang,kita terkadang pandai menyuruh orang lain tetapi kita sendiri belum bisa melakukannya. Itu merupakan potret, orang tua manapun sangat menginginkan bahwa anaknya lebih pandai dari orang tuanya.
Menarik dan menambah pengalaman.
wassalamualaikum

J O N K said...

Setujuuuuuu :), ayo siapa yang mau menanam yang pahit2 ??? :D

Henny Y.Caprestya said...

hahaha...
kasian amat si bapak..
seharusnya ingat dong untuk menyekolahkan anaknya,,
sekarang kan sekolah pada gratis!!

rco said...

yuup betul.....!
Orang tua mesti rajin, kalau anaknya pingin rajin

bang fiko said...

Postingan menarik... Makanya, anak itu harus diajarin yang bener. Hehehehe... Mudah-mudahan aku gak alpa untuk selalu membimbing kedua anakku. Thx udah ngingetin ya, Win..

Haizul said...

Setuju ama yg lain...

Singkat dan mengena....^_^

attayaya said...

siapa yang menanam padi, akan mendapat berasnya

Seno said...

Lucu bapaknya, wong belum mengajari anaknya baca disuruh baca :)

Sama memberikan pekerjaan ke orang yang bukan ahlinya, g ada hasilnya ya Sob? Yang diberi kerjaan cuma bengong :)

Chuanx said...

Mba, terima kasih buat pertemanannya...
Ada award buat mba...
( diambil mau? )

masnur said...

wajaar saja kalau emosional itu selalu mengiri diri manusi

Tukang komen said...

Kadang memang secara tidak kita sadari perilaku kita sebagai orang tua ditiru oleh anak-anak, kalau orang tua yang suka mengunmpat didepan anaknya, anaknya akan mengumpat juga.

ijoroyoroyo said...

Yang mingkem nyuruh yang laen mangap!
Yang mangap nyuruh yang laen mingkem!
Konslet betuLLL!!!

IjoPunkJUtee said...

Sopo nandur bakan ngunduh....Jarene simbah....

riosisemut said...

Hehehe... postingannya mengandung sindiran gini...

Siapa yg menabur dia akan menuai.
Taburlah kebaikan maka kelak kan kau petik pula kebaikan.

Hoiron said...

Oow..kacian s'edi!! Ini cerita beneran atau hanya teguran saja bagi kita semua neng??

Aku berharap,,kita harus menyadari kalo "buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya"hehe

ADVINTRO said...

sindirannya mengena banget tuh, duh malunya

BIG SUGENG said...

Ternyata menjadi seorang Bapak itu susah yaa, tenyata menjadi seorang pemimpin juga susah...

Keteladanan sangat diperlukan dalam mendidik anak. Ayo jadilah Bapak dan Ibu (juga calon bapak dan calon ibu) yang bisa dijadikan teladan buat anak kita (juga calon anak)

Joddie said...

Wueh inspirasi yg keren.. emang sih kadangkala kita lebih sering menyalahkan orang.. karena kesalahan yang (mungkin) kita buat sendiri..

Nice article sis... thanks !

Neng Rara said...

ass.
dwi, tu si Bapak suruh ikut program keaksaraan fungsional (khusus untuk yang buta huruf), meski sudah berumurlanjut tetapi bisa tetap ikut program tsb. kumpul sama orang-orang yang buta huruf lainnya. tahun 2010 Indoensia harus bebas buta huruf lho..
wassalam

nietha said...

wah.. sibapak langsung keder donk disentil anaknya..

mocca_chi said...

tapi tidak semua ayah begitu kok, heeh

YolizZ said...

Klo mau belajar,,berusaha dan berdoa pasti kita akan menuai hasilnya,, gtu yah mbak..

Ivan@mobii said...

Kena bgt tuh keyword nya mbk! Bukan d google tp d hti ayah edi. Hehehe

erik18584 said...

Setuju Win, siapa yang menanam dia yang menuai hasilnya. Kita akan menuai hasil sesuai dengan apa yang kita tanam

Linda Belle said...

filosofi siapa menanam dia yang menuai hasil emang udh melegenda....

so ntar klo kita jadi ortu harus inget tuh filosofi

Dunia Polar said...

huhuuhu...siip kena bgt tuh, tp tp bkn bwt aku pastinya,he...

Etha said...

yak betuuulll ...

Ferry Arbania said...

"SIAPA YANG MENANAM, DIA YANG AKAN MENUAI HASILNYA". kata2 ini menjadi sangat lucu dan agak ngeres. Tapi bagi siapapun yang ingin belajar tentang "harga" sebuah tindakan, maka tulisan dalam buku itu menjadi begitu positip.dengan artian lain, siapa yang menanam kebaikan, dia akan menuai kebahagaiaan. Dan xxx...xxxxxx.Slm kangen wina....

Sang Cerpenis bercerita said...

hukum tabur tuai tuh namanya.

Fanda said...

itu artinya dalam hidup ga ada yg instan. Kalo ga menanam, ya jgn pengen dpt hasil dong!

Dinoe said...

Benar..siapa yg menam dia yang menuainya mantap ..pencerahnya..salam persahabatan...

partelon said...

Filosofi yang hasil akhirnya adalah: KAPOK DAH GUA!!!

buwel said...

Duuuuh anak titipan tuhan ya mbak...
ngeri dah kalo inget ini...
semoga kita bisa membimbing anak2 kita ntar ya....

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Pencerahan untuk orangtua seperti saya, yang seharusnya sebelum menyuruh sesuatu kepada sang anak, maka terlebih dahulu kita harus memberikan contoh. Nice post.

JengSri said...

nice posting nih sweety!

gnet said...

Ingat kalao kita menanam padi pasti rumput akan ikut tumbuh juga disela-selanya
Tapi jika kita tanam rupmut jangan harapkan dan tidak akan pernah tumbuh padi

mantan copet said...

Sepertinya saya blm komentar ya...

Lha wong, gak prnh menyekolahkan anaknya koq, nyuruh2 mbaca.

buwel said...

heheehhehe....
iya neh, soalnya waktu minta di postingan nggak pake link sih....mav ya ngoment lagi...

ajie said...

nice article

reni said...

singkat, padat dan sarat makna..!
Nice posting :)

loly said...

jadi keinget anak sendiri dwi..falsafah itu mmng harus kita punyai sebagai orangtua..^_^

bugna raya said...

wah dah rame neh pasti cepet naik neh
ah masa nyari nama aku ga ada mbak paling di hapus kali
sewlama malam aja ya mbak

bang fiko said...

@ kisah dua orang gila : Win, yang penting itu sebenarnya keyakinan bahwa segala sesuatu itu merti ada hikmahnya. Allah selalu punya rahasia dan caranya sendiri.

kiraitomy said...

wah, dah bisa jadi ibu yang tauladan donk..

goresan pena said...

hem...
walau tulisan ini mudah dicerna...
tapi, terus terang saja, saya sulit menemukan maksudnya..

salam,
hesra

Belajar Mencari Uang di Internet said...

doh kebangetan tu si bapak, meskipun ia sudah mengajari bapak sekalipun. tapi cara menyuru baca yang kelewatan. mbok ya disuruh dengan cara-cara yang baik. kelak si anak manut juga.

-eros-

Belajar Mencari Uang di Internet said...

btw ini pengalaman pertama ya
ngayooooo ngakuuu

-eros--

J O N K said...

ah, ikutan nongkrong di tempat mba dwina ah :D, bagi jeruknya donk ...

bunga raya said...

selamat sore mbak nice blog

Kabasaran Soultan said...

wow ..nice posting.
Setuju sekali.
Tanam padi tumbuh padi
tanam rumput tumbuh rumput
ngak ada yang ketukar kok
semua itu hukum besi semesta

Kafe Blogger said...

waduh, dalem sekalih... kirain si ayah juga gak bisa ngebaca hihihihi...

btw salam kenal :)

sagitariusboys-tugu said...

Anak mrupakan amanat dari Alloh swt.
kita seharusnya menjaganya,mrawat n membimbingnya. cos kelak di akhirat sang anak akan minta pertanggungjwb dari org tuanya.
apabila sang anak sewaktu hidup di dunia, tdk pernah di ajari sholat oleh ortunya maka sang ank akan menuntut,utk ortu nya msuk neraka bersamaan dgan ortunya.
klo gw ci.... blom pernah jdi ortu,pling ngga kita hrus bener2 tau gmana cara mendidik anak yg baik. jdi kelak klo kita dah jdi ortu
pling ngga kita dah memahami gmana menjadi tauladan bgi ank2 kita kelak..
makasih bnyak dah mampir ke gubuk yg sederhana ni...

bunga raya said...

ku datang membawa satu point neh jangan lupa balas budi ya.
hi.....

3matra said...

mudah2han kita bukan termasuk si Edi ataupun Ayahnya. hemmm...goody post

edylaw said...

Waduh....Parah tuh Si edi gak bisa baca tulisan di buku, mungkin edy yg lain bisa baca artikel menarik di blog ini hahahahaha

salam kenal

RanggaGoBlog said...

bener juga yaaah,.... kadang kita terlalu menuntut tanpa mikir apakah kita pernah memberi.....

TgW said...

Siapa menanam dia menuai hasilnya ya mbak? salam kenal dariku.

riosisemut said...

Win..... kupu-kupunya aku tangkep ya?
Aku bawa pulang sbagai pengobat rinduku sama yg punya. xixixixi......

anna fardiana said...

singkat padat...
dalem juga

Post a Comment

yukkk komen disini