2010-11-22

REAKTOR BIOGAS

Harga BBM yang terus melonjak membuat para pengguna merasa cemas dan menyalahkan pemerintah yang katanya kurang peduli dengan masyarakat khususnya golongan bawah (seperti saya). Tak kurang demo bergerilya menuntut harga BBM diturunkan. Tapi tahukah kamu, kalau permasalahan ini dapat disiasati. Bikinnya mudah dan harganya terjangkau. Bahannya bisa diperbaharui pula. Namanya Reaktor biogas.

Reaktor biogas adalah alat pembangkit gas yang dibuat dari kotoran ternak, penemunya adalah Andrias Wiji Setio Pamudji. Seorang lelaki yang berasal dari Desa Ngerendeng, kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Penemuan ini bermula kala ia masih kuliah di tingkat III di Jurusan Teknik Kimia Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Bandung sekitar tahun 2000-an. Waktu itu ia meriset pembikinan reaktor biogas yang sederhana. Tapi dari yang sederhana inilah muncul sesuatu yang bisa dijadikan gas. Sebab sudah mengetahuinya, maka keingintahuannya semakin menggebu.

Kotoran ternak yang diperoleh dari tempat peternakan di masukkan kedalam jerigen berukuran lima meter kemudian ditutup dan tidak dicampur apapun. Setelah itu akan terjadi fermentasi alami yang kemudian kotoran ternak tersebut berubah menjadi gas.
Sebulan kemudian tutup jerigen dibuka dan lubang jerigen segera di beri plastik, kemudian Andreas menyoblos plasik tersebut dengan benda tajam dan keluarlah gas. Walhasil ketika disulut korek api langsung terbakar. Demi menyempurnakan karyanya ia membentuk reaktor dan penampung gas yang murah, kuat dan berkapasitas cukup apabila digunakan untuk keperluan rumah tangga.



Jerih payah Andrias terbayar tunai ketika ia membuat reaktor dari plastik dengan ketebalan 250 mikron serta menciptakan kompor untuk jenis gas metana. Kenapa yang dipilih sebagai penampungnya itu plastik dan bukan lainnya? Karena gas yang dihasilkan belum mampu dikemas dalam tabung. Gas kotoran sapi adalah jenis metana (CH4). Sementara gas yang dikemas dalam tabung merupakan gas yang bisa dicairkan, yang berasal dari butana (C4H10) dan pentana (C5H12).

Apabila gas bisa dicairkan, maka jumlah volume yang bisa ditampung jadi lebih banyak. Sayangnya metana belum bisa demikian. Temuan Andrias baru dipasarkannya tiga tahun kemudian, yaitu pada 9 April 2005. Padahal dua tahun sejak ditekuni, yaitu tahun 2002, karyanya pernah memenangkan lomba kreativitas mahasiswa yang diadakan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
REAKTOR BIOGAS
Post by Dwina.Net 5 on 2010-11-22

15 komentar:

inge / cyber dreamer said...

mengomentari yang pertama, masyarakat sepertinya sudah terlalu enak disubsidi terus menerus... kadang terpikir akhirnya mereka seperti tidak berusaha maksimal untuk mendapatkan apa yang bisa mereka dapatkan karena adanya subsidi... bahkan yang mampu pun tetap aja rebutan barang subsidi >.<

yang kedua tentang terciptanya reaktor biogas, menunjukkan bahwa orang Indonesia pinter-pinter walau kadang terlihat seperti baru ketauan kalo kepepet >.<

*maap kalo komentarnya panjang ndak nyambung pulak*

Seiri Hanako said...

makasih sharingnya

attayaya mobil keluarga said...

kalo dari kotoran manusia bisa ga mba?

aryadevi sudut kelas media belajar siswa sekolah menengah said...

memang begitu mba inge, kalau dalam kondisi kepepet baru bergegas, banyak kasus yang dapat dijadikan contoh

Zulfadhli's Family said...

semoga biogas ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mensiasati kenaikan harga MMB yah Mba

Muhammad A Vip said...

Memang, sebenarnya melimpah sumber energi di negri ini, sayang kita lebih senang cari gampang.

nita said...

Nama lengkap penemu reaktor biogas Andrias Wiji Setio Pamuji aku lihat di tokoh indonesia. Tekun sekali dia, thx info-na.

bundadontworry said...

sebaiknya memang ilmu pengetahuan yg terus berkembang, dapat bermanfaat utk menghindari global warming, yg akibatnya nanti dirasakan oleh anak cucu kita .
Alhamdulillah, ada orang indonesia yg mampu utk menciptakan biogas yg ramah lingkungan
salam

wits said...

Klo dicermati, sbnrnya di negeri ini banyak penemuan-penemuan anak bangsa yang sangat bermanfaat. Hanya saja,( sorry to say), sepertinya pemerintah tak terlalu mendukung penemuan tsb. Artinya, tak diseriusi tindak lanjutnya oleh pemegang otoritas di negeri ini, pdhl jika didukung, mk akan bermanfaat buat seluruh rakyat. Saya sangat setuju dengan negara Jepang, pemerintahnya kooperatif untuk penemuan yang bermanfaat di negeri tsb.

oya, win, udah dipasang tuh linkmu, pasang balik ya pny wit, makasih:)

Aulawi Ahmad said...

salut buat beliau :) moga penemuannya dapat lebih dirasakan oleh org2 yg membutuhkan :)

ninneta said...

wah semoga bahan-bahan dan barang-barang substitusi seperti ini tercipta terus ya. Terutama yang ramah lingkungan supaya global warming diperlambat.

-N-

ayahnya arcello said...

sumber daya manusia Indonesia banyak yg pinter2 dan kreatif...tapi sayang, seringkali mereka terpinggirkan akibat kepentingan politik satu golongan....

salam hangat selalu

http://ayahkuhebat.wordpress.com

sisi lain Dwi said...

penemuan seperti ini sangat membantu ditengah naiknya harga BBM seperti sekarang, semoga kedepannya reaktor biogas dapat terus dikembangkan sehingga bermanfaat bagi kita semua.

wien said...

semoga penemuan ini bermanfaat, jd tidak perlu lagi untuk bergantung dengan subsidi dari pemerintah..

Tym123 said...

I wanna say your blog nice to reading..thanks for sharing

Post a Comment

yukkk komen disini