Penemu Kompor Bertenaga Surya

Matahari merupakan energi utama bagi kehidupan dibumi ini. Tidak seperti energi yang berasal dari dalam perut bumi-tidak terbarukan, energi matahari merupakan bentuk energi alami yang bisa diperbarui. Karena itu sumber energi ini tidak akan habis.

Seorang putra bangsa Indonesia bernama Minto berhasil menemukan alat pengolah sumber energi renewable energy (matahari) yang telah diterapkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Alat ini serupa dengan kinerja tumbuh-tumbuhan yang mampu mengubah sinar matahari menjadi energi untuk melakukan kerja fotosintesis. Nama alat ini adalah kompor bertenaga surya.

Prinsip kerja kompor bertenaga surya ini cukup sederhana, yakni hanya mengubah sinar matahari menjadi energi panas. Didasarkan pada pantulan cahaya matahari oleh beberapa keping cermin datar, yang ditata sedemikian rupa pada kerangka reflektor yang bentuknya menyerupai parabola.


Bila reflektor diarahkan tegak lurus searah datangnya sinar matahari dan semua pantulan akan menuju ke satu titik. Kumpulan sinar pantul ini kemudian menimbulkan panas yang teramat tinggi. Apabila diameternya hanya 286 sentimeter, satu liter air mampu dididihkan dalam hitungan 5-6 menit. Apabila diameternya 190 sentimeter (dua meter lebih) bisa lebih cepat yakni 1,5 menit.

Ide-ide berkaitan dengan pembuatan alat-alat bertenaga surya terus bermunculan di benak Minto. Secara bertahap kemudian dikembangkan alat pengering tenaga surya (1998), alat pemanas air tenaga surya (2002), dan rumah surya (2004). Ketekunan Minto telah membawanya kepada banyak penghargaan yang diperolehnya baik nasional maupun internasional.

Sumber: 30 Penemu Indonesia
7 Komentar untuk "Penemu Kompor Bertenaga Surya"

Rasanya saya pernah baca tentang ide kompor serupa pada buku pelajaran SD dulu (yang berarti sudah belasan tahun lalu).

satu kata untuk Putra Indonesia.. LUARBIASA! Indonesia BISA!

Sipppp tuch artikelnya...... kalau masak pake kompor itu cepat matang nda ya masakannya.....

kalau memang harga kompor ini murah, tentu sudah banyak yg memasarkannya :D

wah sudah tersedia di pasaran belum ya?

wah, terus berkembang.
moga aja kedepanna penemuanna smakin bersahabat dg alam :)

Back To Top